Senin, 17 Oktober 2011

penulisan naskah berita tv


Secara rinci, proses perjalanan sebuah berita mulai dari perencanaan liputan hingga berita itu ditayangkan dapat dilihat dari tahapan berikut :
PERENCANAAN :
Ø  Menentukan topik liputan
Ø  Menentukan reporter dan kamerawan yang bertugas
PELIPUTAN
Ø  Proses pencarian berita
Ø  Memperhatikan batas waktu peliputan
Ø  Selalu berkomunikasi dengan produser
PRODUKSI
Ø  Preview, melihat gambar yang didapat
Ø  Memilih topik berita
Ø  Menentukan durasi berita
Ø  Membuat naskah
Ø  Editing gambar
Ø  Dubbing
Ø  Membuat grafik
PASCA PRODUKSI
Ø  Periksa audio & video
Ø  Periksa materi
Ø  Persetujuan layak tayang
Ø  Penyusunan Rundown
PENAYANGAN
Ø  Penampilan presenter
Ø  Penayangan materi siaran berita
Ø  Realisasi Rundown
Ø  Kontrol kualitas gambar dan audio
Ø  Evaluasi kualitas topik, produksi dan tayangan
PERSONAL YANG TERLIBAT :
1.      Produser liputan + produksi
2.      Reporter dan kamerawan
3.      video editor dan graphic editor
4.      Crew studio ( audio, switcher, CG,VTR, lighting , kamerawan )
5.      Program director
6.      Presenter
ü  Kontributor     : orang yang mencari berita dan menjualnya pada stasiun televisi. Stasiun televisi harus membayar hasil liputannya yang berhasil tayang.
ü  Koresponden  : atau reporter daerah atau tim liputan di daerah. Koresponden sudah menjadi karyawan sebuah stasiun televisi. Layaknya reporter, koresponden berhak mendapatkan gaji dari stasiun dimana ia bekerja. Penfertian koresponden juga bias berarti reporter yang cukup paham untuk tempat atau isu tertentu. Misalnya koresponden Gedung Putih, Koresponden Militer, koresponden di DRP, dll.
ü  Package ( PKG )        : suatu berita dimana ada narasi yang dibacakan oleh reporter atau dubber. Syarat package berisi narasi tentang story yang diangkat, natsound, soundbite,PTC, Vox pop, Sign off.
ü  Piece TO Camera ( PTC )     : ada juga yang menyebutnya dengan stand up atau on-cam. Penggalian informasi yang diberikan oleh reporter saat di lokasi pembuatan berita. Laporan ini dibawakan reporter dan direkam di kamera.
ü  Sign off           : Tanda berakhir nya item beita. Berisikan nama reporter, nama camera person, nama stasiun televise dan lokasi pengambilan gambar.
ü  Sound on Tape ( SOT )          : Penggalan wawancara dengan narasumber, tanpa naskah berita. Durasi nya bias lebih panjang dari Soundbite.
ü  Soundbite        : Potongan wawancara/komentar narasumber. Dimana hanya narasumber itu sendiri yang bias/berwenang menjawabnya alias opini narasumner. Untuk berita hard-news durasi/panjangnya soundbite biasanya tak lebih dari 25 detik. Tapi untuk non hard-news, durasi nya bias lebih panjang.
ü  Vox Pop          : Latinnya “vox populli, vox dei” yang artinya “suara rakyat”, suara Tuhan”.  Potongan wawancara dari sejumlah orang di lapangan untuk mencari opini public. Misalnya : meminta komentar beberapa warga tentang kenaikan BBM, reshuffle kabonet, dll.

ü  VO/Voice Over atau OOV/Out of Vision      : Visual yang narasinya dibaca oleh presenter di studio. Atau instruksi di Rundown yang menandakan presenter tak tampak di layer saat membaca naskah berita.
ü  Rundown : Urutan item berita dalam sebuah program. Rundown inilah yang memuat seluruh informasi tayangan berita mulai saat produksi, pasca produksi hingga siaran atau on-air. Pada saat siaran , rundown dipegang oleh kru produksi siaran news, kru studio, kru conttrol room dan kru master control room.
ü  Dubbing : Proses merekam suara dari suatu alat perekam ke alat perekam lainnya. Misalnya : reporter/dubber merekam suara nya lewat mic ke sebuah video tape (VT) atau ke sebuah sistem elektronik editing.
ü  Breaking News : Berita besar yang baru saja terjadi dan penyiarannya memotong siaran yang sudah terjadwaL
ü   
JENIS BERITA, HARD, SOFT AND INVESTIGATIVE REPORT
Investigative Reports;
Investigative reports atau disebut juga laporan penyelidikan (investigasi) adalah jenis berita yang ekslusif. Datanya tidak bisa diperoleh di permukaan, tetapi harus dilakukan berdasarkan penyelidikan. Sehingga penyajian berita seperti  ini membutuhkan waktu yang lama dan tentu akan menghabiskan energi reporternya.
                               
Berita penyelidikan ini sangat menarik karena cara mengungkapkan nyapun tidak mudah. Seorang reporter untuk dapat melakukan tugas ini harus memiliki banyak sumber orang-orang dalam yang mendapat jaminan untuk tidak terekspos karena keselamatan diri mereka.

Berita penyeledikan untuk media televisi akan lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan berita yang sama untuk media cetak. Televisi membutuhkan gambar bahkan wajah orang yang diwawancarai, namun teknologi elektronika kini memunkinkan untuk dapat mengaburkan wajah orang yang wawancarai agar dapat terhindar dari kemunkinan bahaya atas apa yang ia sampaikan dalam wawancara televisi.


SUMBER BERITA TELEVISI
Pada dasarnya sumber berita ada 2 :
l  Peristiwa
            Peristiwa dijadikan sumber berita di sini, maksudnya adalah segala kegiatan atau kejadian yang dapat dijadikan sumber untuk diinformasikan atau disiarkan dan peristiwa itu menyangkut banyak orang dan berguna kepada`semua orang.
l  Manusia
            Biasanya manusia diartikan sebagai sumber berita, karena ia memberikan keterangan atau pendapat yang juga menyangkut kepentingan orang banyak. Baik itu dari segi sosial, politik, budaya, pendidikan, agama, ekonomi, dan lain sebagainya

SUMBER PERISTIWA INTERNASIONAL

l  Kantor Berita Surat Kabar
            Sumber-sumber yang berasal dari kantor berita surat kabar akan sangat membantu dalam memberikan suplai informasi dan latar belakang peristiwa. Tetapi seberapa banyak yang diperlukan, sangat bergantung pada stasiun televisi masing-masing. Misalnya Associated Press, Agnece France Press, reuter, dll.
l  Kantor Berita Televisi
            Kita juga dapat memperoleh informasi internasional melalui kantor berita televisi seperti WTN, Visnews, Asiavision, dll. Laporan yang dikirimkan melalui kantor berita televisi ini biasanya gambar visual sudah di dubbing suara komentar reporter yang bersangkutan. Ada juga yang tidak didubbing tetapi dengan disertai penulisan narasi yang biasanya dikirimkan melalui fax.

SUMBER PERISTIWA NASIONAL / LOKAL
l  Siaran Pers
            Siaran pers biasanya disediakan oleh mereka yang sudah melakukan promosi melalui berita baik lembaga pemerintah, perusahaan, atau organisasi yang sedang punya kegiatan atau ide untuk dipublikasikan.
l  Hubungan Telepon Rutin
            Para reporter berita harus melakukan hubungan telepon secara rutin  kepada orang-orang tertentu  yang dianggap perlu. Hal itu mutlak agar dapat tetap mejaga perkembangan terbaru terhadap semua hal yang dinilai penting untuk pemirsa. Hal semacam ini akan menjadi lebih penting untuk pemirsa dan akan menjadi lebih penting lagi, terutama bagi para reporter spesialis yang meliput topik-topik tertentu.
l  Observasi Reporter
            Reporter berita harus selalu membuka telinga dan mata untuk melihat segala sesuatu yang mungkin dapat diangkat sebagai bahan berita dan dapat dikembangkan di kemudian hari. Cara semacam ini bisa dilakukan apabila tidak berhasil menemukan saksi mata atau orang lain yang dapat memberikan pernyataan, pandangan atau penilaian terhadap materi yang akan disajikan.
l  Informasi dari Lokasi
            Sumber informasi yang paling baik untuk dihimpun oleh seorang reporter adalah data yang diperoleh dari mereka yang terlibat. Reporter harus berpikir lebih teliti. Apa yang ingin reporter gali dan yang ingin reporter ketahui tidak akan dapat diperoleh apabila reporter meninggalkan tempat peristiwa tanpa memperoleh informasi sebanyak-banyaknya dari orang-orang di tempat kejadian. Reporter juga harus menyadari bahwa kelak tidak akan lagi dapat berhubungan dengan orang perorangan secara mudah apabila sudah berada di ruang redaksi, apabila tempat tersebut jauh dari lokasi kejadian
l  Follow -Up    
            Mengikuti berita di surat kabar atau radio dapat memberikan ide tambahan bagi seorang reporter untuk memperoleh bahan berita.Dari berita yang sama akan dapat dikembangkan lebih jauh dengan mengambil dari sisi angle lain yang tentunya harus lebih menarik. Follow up akan memberikan daya tarik tersendiri bagi para pemirsa bila topik berita tersebut menarik.
l  Reporter         
            Sumber berita televisi yang penting adalah reporter dan juru kamera yang bertugas mencari informasi dan mengambil gambar di lapangan, jika diperlukan mereka  dapat mengirim wartawan ke berbagai sumber berita di seluruh pelosok dunia, beberapa stasiun televisi besar dengan skala internasional mempunyai reporter dan juru kamera yang ditempatkan di berbagai negara di seluruh dunia. Stasiun televisi juga menerima berita dari reporter dan juru kamera freelance. Stasiun televisi bisa juga memperoleh bahan berita dari juru kamera amatir yang kebetulan menyaksikan suatu peristiwa dan meliputnya.
l  Pelayanan Darurat
            Reporter harus selalu sigap dan proaktif terhadap peristiwa yang terjadi tengah masyarakat. Reporter harus mencari informasi awal yang dapat menjadi petunjuk dari satu berita penting.
            Untuk itu reporter harus mengembangkan jaringan dengan semua unit pelayanan darurat, stasiun televisi harus memiliki kontak dengan :
            Polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit, pusat Informasi, BMKG, Badan SAR, dll.
l  Kontak Pribadi
            Reporter yang baik memiliki kontak pribadi dengan orang -orang yang bekerja pada berbagai lembaga pemerintah dan non - pemerintah. Disebut kontak pribadi karena nomor-nomor telepon mereka  tidak dengan bebas diberikan pada semua media. Orang-orang tersebut tidak harus pejabat penting atau pemimpin dari satu lembaga, tetapi bisa juga orang kedua, ketiga dan seterusnya, namun ia harus dapat dipercaya, seorang reporter biasanya dapat memiliki kontak pribadi dari hubungan yang cukup lama dengan sumbernya sehingga mereka sudah saling mempercayai.
l  Kontak Publik
            Kontak publik adalah orang-orang penting atau figur kunci yang dapat diminta tanggapan atau opininya mengenai berita yang mempengaruhi organisasi atau profesi mereka. Kontak-kontak itu dapat berasal dari organisasi pemerintah, non-pemerintah, serikat buruh, kelompok-kelompok oposisi atau pengamat, dan kalangan perguruan tinggi.



l  Jumpa Pers
            Sebagaimana siaran pers, jumpa pers atau konferensi pers biasanya mempunyai tujuan untuk menyampaikan pesan yang akan menguntungkan  lembaga  yang mengadakan jumpa pers tersebut. Stasiun televisi hendaknya selektif dalam memilih konferensi pers mana yang akan diliput. Pertimbangan  bobot berita dan siapa yang akan memberikan jumpa pers. Apabila diperkirakan tidak akan ada berita yang bagus keluar  dari satu jumpah pers atau orang-orangnya kurang penting sebaiknya jangan diliput. Jangan meliput jumpa pers hanya karena tidak ada acara lain yang dapat dibicarakan.


contoh package 2


BUMPER IN
LEAD HIGHLIGHT
AMIR MAJELIS MUJAHIDIN ABU BAKAR BA’ASYIR MENUNTUT AHMADIYAH DIBUBARKAN //
SEBUAH RUMAH MAKAN DI KAWASAN PASAR RUMPUT JAKARTA SELATAN TERBAKAR //

OPENING
ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATU SELAMAT SORE PEMIRSA / SERANGKAIAN LAPORAN YANG TERANGKUM DALAM FLASH NEWS AKAN KAMI HADIRKAN KETENGAH ANDA SORE INI / JUMAT  DELAPAN BELAS APRIL DUA RIBU DELAPAN / BERSAMA SAYA IMAM NASRUDIN / KAMI AWALI FLASH NEWS DARI TABLIGH AKBAR MENUNTUT PEMBUBARAN AHMADIYAH //

LEAD
RATUSAN UMAT ISLAM MENGIKUTI TABLIGH AKBAR MENUNTUT PEMBUBARAN ALIRAN AHMADIYAH / SEJUMLAH TOKOH MUSLIM SEPERTI AMIR MAJELIS MUJAHIDIN ABU BAKAR BA’AYSIR HADIR DI ACARA ITU //

P.K.G
TAKBIR AKBAR DI MASJID ARQON TANAH ABANG JAKARTA PUSAT INI /  BERLANGSUNG SETELAH SHOLAT JUMAT / TABLIGH DIISI CERAMAH DAN ORASI MENGENAI ALIRAN ALIRAN YANG MENYIMPANG // SALAH SATU PEMBICARA ABU BAKAR BAA’SYIR MEMINTA PEMERINTAH SEGERA MEMBUBARKAN AHMADIYAH / SEPERTI REKOMENDASI BADAN PENGAWAS ALIRAN DAN KEPERCAYAAN //


S.O.T : Abu Bakar Ba’asyir ( Amir Majelis Mujahidin )
“kita harapkan S.K.P itu nanti benar-benar yang keputusannya harus dibubarkan , bahkan bukan hanya dibubarkan , pemimpin-pemimpinnya harus dihukum , karena jelas-jelsa dia itu merusak dan menginjak- injak Islam”

TABLIGH AKBAR SEJENIS SUDAH BERLANGSUNG DI BEBERAPA TEMPAT / HARI MINGGU NANTI RIBUAN UMAT ISLAM AKAN BERUNJUK RASA DAN BERPAWAI DI SEPUTAR ISTANA NEGARA / MENUNTUT PRESIDEN MENGAMBIL SIKAP TEGAS DENGAN MEMBUBARKAN JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA // RANI SANJAYA / ANDRIYANSYAH / JAKARTA //

LEAD
BERALIH KE INFORMASI LAIN / SEBUAH RUMAH MAKAN DI KAWASAN PASAR RUMPUT MANGGARAI JAKARTA SELATAN TERBAKAR / API YANG DIDUGA BERASAL DARI LEDAKAN KOMPOR DENGAN CEPAT MERAMBAT DAN MENGHANGUSKAN LANTAI TIGA RUMAH MAKAN / PERISTIWA INI ADALAH KEBAKARAN KEDUA DALAM DUA HARI TERAKHIR SETELAH SEBELUMNYA KEBAKARAN BESAR JUGA MELANDA HOTEL GRAND INDONESIA //

P.K.G
API DIKETAHUI MUNCUL SEKITAR PUKUL SEBELAS TIGA PULUH SIANG TADI DARI LANTAI TIGA RUMAH MAKAN / DIDUGA API BERASAL DARI KOMPOR YANG MELEDAK // DI SAAT KEBAKARAN MUNCUL SUARA LEDAKAN DARI DALAM RUMAH MAKAN //
SEMPAT TERJADI KEPANIKAN / KARENA DI SAMING RUMAH MAKAN TERDAPAT PABRIK SEPATU INDUSTRI RUMAHAN // WARGA PUN BERUSAHA MENGEVAKUASI ISI RUMAH //
DALAM WAKTU SINGKAT KEBAKARAN MELUDESKAN SELURUH ISI RUANGAN LANTAI TIGA RUMAH MAKAN / SEMENTARA LANTAI SATU DAN DUA LUPUT DARI KOBARAN API //

S.O.T : Sumadya ( saksi )
 “lagi masak kompornya sebesar api nyamber ke sebelahnya ngebakar…..diatasnya.”
Ada, dari tabung yang satunya , ada tiga , satu yang meledak yang dua tidak meledak”

API BARU BERHASIL DIKUASAI HAMPIR SATU JAM KEMUDIAN / SETELAH ENAM UNIT MOBIL KEBAKARAN DIKERAHKAN / TIDAK ADA KORBAN JIWA DALAM KEBAKARAN INI / SEMENTARA KERUGIAN MASIH BELUM DIKETAHUI / TETAPI KEBAKARAN INI MEMACETKAN LALU LINTAS DI KAWASAN MANGGARAI // RANI SANJAYA / ANDRIYANSYAH / JAKARTA //

LEAD TEASER
KELANGKAAN SOLAR DI BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN / MEMBUAT ANTRIAN PANJANG KENDARAAN HINGGA SATU KILOMETER / TETAPLAH BERSAMA FLASH NEWS //

BUMPER OUT







CONTOH NASKAH PACKAGE


CONTOH PRODUKSI BERITA TELEVISI 
(MEMBUAT NASKAH PACKAGE)

·        BUMPER IN
·        LEAD HIGHLIGHT
SEJUMLAH ARKEOLOG DI FIRENZE TELAH MENEMUKAN TENGKORAK YANG DIYAKINI MILIK MONALISA//
SEBANYAK SERATUS LIMA KARATEKA DARI SEMBILAN NEGARA/ AKAN BERSAING DALAM KEJUARAAN INTERNASIONAL KARATE INDONESIA OPEN DUA RIBU SEBELAS//


·        OPENING
ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATU SELAMAT SORE PEMIRSA/ SERANGKAIAN LAPORAN YANG TERANGKUM DALAM FLASH NEWS AKAN KAMI HADIRKAN DITENGAH ANDA SORE INI/ SELASA TIGA PULUH SATU MEI DUA RIBU SEBELAS/ BERSAMA SAYA RESTI DWI LESTARI/ KAMI AWALI FLASH NEWS DARI PENEMUAN TENGKORAK MILIK MONALISA//


·        LEAD
SEJUMLAH ARKEOLOG DI FIRENZE TELAH MENEMUKAN TENGKORAK YANG DIYAKINI PENINGGALAN SEORANG BANGSAWATI/ YANG DIABADIKAN DALAM LUKISAN ‘MONALISA’//


·        PACKAGE
PENGGALIAN  YANG DILAKUKAN PADA AWAL BULAN MEI DUA RIBU SEBELAS INI/ DILAKUKAN DI SEBUAH TEMPAT YANG SEBELUMNYA MERUPAKAN BIARA SAINT ORSOLA/ / YAITU DIMAKAM LISA GHERARDANI YANG MERUPAKAN ISTERI DARI FRANCESCO DEL GIONCONDO SEORANG PEDAGANG SUTRA YANG KAYA// MAKAM YANG BERISI TULANG BELULANG PEREMPUAN DEWASA INI/ TERDIRI DARI BEBERAPA BAGIAN TULANG PINGGUL HINGGA TENGKORAK//

·        S.O.T: Giorgio gruppioniyang (coordinator penggalian dan Profesor arkeologi dari Universitas Bologna)
Tengkorak dan tulang pinggul telah rusak karena beban tanah. Kami harus terlebih dahulu mengangkat beberapa bagian tengkorak dan tulang pinggul, sebelum kami dapat memastikan jenis kelamin tulang belulang tersebut.”

PARA AHLI SEJARAH DAN ARKEOLOG AKAN BERUSAHA UNTUK MENGUAK IDENTITAS MONALISA/ YANG MENJADI MISTERI SELAMA BERABAD-ABAD//
 PARA AHLI MEMBANDINGKAN     D-N-A TULANG YANG DITEMUKAN/ DENGAN D-N-A KEDUA ANAK MONALISA YANG DIMAKAMKAN DI GEREJA SANTISSIMA ANNUUZIATA/ FIRENZE//RESTI DWI LESTARI/ BAYU NOVIYANSYAH/ FIRENZE//

·        LEAD
BERALIH KE INFORMASI LAIN/ SEBANYAK SERATUS LIMA KARATEKA DARI SEMBILAN NEGARA/ AKAN BERSAING DALAM KEJUARAAN INTERNASIONAL KARATE INDONESIA OPEN DUA RIBU SEBELAS//


·        PACKAGE
SEMBILAN NEGARA PESERTA INDONESIA OPEN KETIGA TERSEBUT/ SELAIN INDONESIA YANG MENJADI TUAN RUMAH/ JUGA DI IKUTI OLEH MALAYSIA/ FILIPINA/ SINGAPURA/ VIETNAM/ AUSTRALIA/ BRUNAI/ IRAN/ DAN MYANMAR//
MENURUT KETUA UMUM PB FORKI/ HENDARJI SOEPANDJI/ EVENT INDONESIA OPEN SANGAT STRATEGIS SEBAGAI UJI COBA BAGI ATLET PELATNAS/ YANG DIPERSIAPKAN UNTUK SEA GAMES DUA RIBU SEBELAS//


·        S.O.T: Hendarji soepandji ( ketua umum PB FORKI)
“Event itu cukup strategis karena bisa menjadi uji coba bagi para atlet dan untuk kami mendapatkan kekuatan tim SEA GAMES. Dan lewat event ini pula kami ingin menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.”

INDONESIA AKAN MENURUNKAN DUA TIM/ DIMANA TIM A BERISIKAN PARA ATLET PELATNAS SEA GAMES/ DAN TIM B YANG BERISIKAN PARA KARATEKA/ PEMENANG O-S-O CUP DUA RIBU SEBELAS// RESTI DWI LESTARI/ BAYU NOVIYANSYAH/ JAKARTA//

·        LEAD TEASER
MENJELANG LIBUR PANJANG/ P-T PERTAMINA MENURUNKAN HARGA PERTAMAX LEBIH AWAL DARI JADWAL YANG SEMESTINYA/TETAPLAH BERSAMA FLASH NEWS//


·        BUMPER OUT

rangkuman penulisaan naskah berita


RANGKUMAN KULIAH


Berita TV
(dari buku Jurnalistik TV, Arifin S. Harahap)

Berita TV adalah laporan tentang fakta peristiwa atau pendapat manusia atau kedua-duanya yang disertai gambar (visual) aktual, menarik, berguna dan disiarkan melalui media massa televisi secara periodik.

  1. Berita fakta peristiwa: laporan tentang segala sesuatu peristiwa sebagaimana adanya. Mis: kebakaran, bencana alam, dan kecelakaan.
  2. Berita fakta pendapat: laporan tentang pernyataan/ pendapat manusia mengenai segala sesuatu yang sedang aktual. Mis: pendapat pakar mengenai dampak kenaikan harga BBM
  3. Berita fakta peristiwa dan fakta pendapat: laporan tentang sesuatu peristiwa yang terjadi dan pendapat manusia yang berkompeten mengenai fakta peristiwa tersebut.

Berita (J.B. Wahyudi )

Berita adalah laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai penting, menarik bagi sebagian khalayak, masih baru dan dipublikasikan melalui media massa periodik.


Soren H. Munhoff
(The Five Star Approach to News Writing)

         Accuracy, brevity, clarity, simplicity, sincerity

         Penulisan naskah jurnalistik harus tepat, ringkas, jelas, sederhana dan dapat dipercaya

RUMUS 5 C UNTUK PENULISAN BERITA TV

  1. Conversational (gaya bahasa bertutur spt percakapan sehari-hari)
  1. Clear (Jelas). Batasi kalimat untuk satu gagasan saja.
  2. Concise (Ringkas/ Singkat).Tulis kalimat-kalimat yang pendek.
  3. Compelling. Tulislah kalimat dalam bentuk kalimat aktif.
5.   Cliche Free (Bebas Kata Klise)

Kalimat atau pernyataan klise adalah pernyataan yang sudah terlalu sering digunakan di media. Pernyataan klise mungkin tidak akurat dan salah arah, namun harus diakui, banyak reporter merasa sulit menghindari pernyataan klise seperti ini.

Contoh kalimat klise untuk penutup berita: "Kasus itu masih dalam penyelidikan."
Kalimat klise seperti ini bisa dibilang tidak memberi informasi tambahan apapun kepada pemirsa.

Maka, kalimat klise ini sebaiknya diganti dengan yang lebih informatif. Misalnya: "Polisi sampai hari ini masih belum mengetahui penyebab kecelakaan. Polisi mengharapkan, hasil penyidikan akan dapat diungkapkan hari Jumat besok.

Bahasa tutur

Bahasa tutur lebih bersifat informal, dalam arti struktur kalimatnya berbeda dengan struktur bahasa formal.
Biasanya struktur bahasa yang dipergunakan presenter berita bersifat formal. Sedangkan struktur bahasa yang dipergunakan reporter penyaji berita bersifat informal.

1. Gaya penulisan dalam naskah berita televisi

Naskah sebaiknya ditulis dengan gaya penulisan yang ringan dan bahasa yang sederhana.

Stasiun televisi CNN menyatakan bahwa berita itu harus : “to be understood by the truck driver while not insulting the professor’s intelegence,” (berita harus dapat dimengerti oleh sopir truk namun tanpa harus merendahkan kecerdasan profesor)


  1. Kalimat dalam naskah

         Satu kalimat maksimal terdiri dari 20 kata
         Satu kalimat satu gagasan atau pemikiran
         Hindari anak kalimat
         Ubah gaya bahasa birokrat dan militer menjadi ungkapan lugas
         Mudah dimengerti oleh masyarakat luas

  1. Prinsip ekonomi kata

         Gunakan kata-kata secara efektif dan efisien
         Pada konteks tertentu, hindari kata atau ungkapan yang mubazir.

4. Hindari redudensi
          Jangan menjelaskan lagi apa yang sudah jelas

5. Gunakan kata atau ungkapan yang lebih pendek
          Misalnya: Menggelar aksi unjuk rasa = berunjuk rasa

6. Gunakan kalimat positif
          Misalnya: Tidak menepati janji = ingkar janji

      7. Gunakan kata atau ungkapan sederhana dan biasa didengar masyarakat
          luas
          Misalnya: Percepatan… bukan akselerasi

      8. Hindari penggunaan kata-kata asing
          Jika istilah asing yang bersifat teknis terpaksa digunakan, istilah tersebut
          harus dijelaskan artinya.

      9. Penggunaan kata “diberitakan” atau “dilaporkan”
         
     Jika berita diperoleh dari sumber lain spt kantor berita, suratkabar atau
     radio maka  sebaiknya menggunakan kata “diberitakan” atau
     “dilaporkan” dan pada kalimat  selanjutnya disebutkan sumbernya.

      10. Gunakan kata-kata atau ungkapan kongkret.

         Kata atau ungkapan kongkret akan memberikan kesan lebih kuat, obyektif dan terukur.
         Sedangkan kata-kata atau ungkapan abstrak bersifat subyektif karena menggunakan kata-kata sifat atau keterangan.

      11. Jangan terlalu banyak menuliskan angka-angka
      Jika harus menuliskan banyak angka, maka sebaiknya ditulis dalam
      grafis.

Penulisan Angka

         0 – 11     ditulis dengan huruf
         12 – 999 ditulis dengan angka
         Di atas 999 ditulis dengan gabungan antara angka dan huruf

Contoh:
500.750 ditulis 500 ribu 750
498.270 ditulis sekitar 500 ribu, kira-kira 500 ribu atau hampir 500 ribu


+++++++++++++++++OOOOOOOOOO++++++++++++++++++



Lead (Andrew Boyd)

-          The first sentence or paragraph of the story (news item) and also the most important.
-          Its function:  1. state the most significant point
                                 2. grab attention
                                3. whet the appetite
                                4. signpost the way into the rest of the story


Intro (Lead) Menurut Morrisan, M.A.

         Intro merupakan rangkuman dari seluruh unsur terpenting dari suatu berita dengan latar belakang dan konteks yang diperlukan.

Intro sebisa mungkin harus mengandung hampir seluruh unsur terpenting suatu berita, yang mencakup 5W (what, where, when, why dan who). Tubuh berita berfungsi untuk menguraikan unsur how yang belum dijelaskan dalam Intro.

-          Setidaknya terdiri dari minimal tiga kalimat pendek atau maksimal lima kalimat pendek.

-          Jumlah kata dalam lead sebaiknya berkisar antara 20 sampai 30 kata.

-          Bagian terpenting dari sebuah Intro adalah kalimat pertama (top line = baris teratas). Baris pertama menyuguhkan informasi terbaru dari sebuah berita.

Tipe-tipe Intro ditinjau dari teknik penulisannya

  1. Hard intro
  2. Soft intro
  3. Intro sapaan
  4. Intro pertanyaan
  5. Intro payung
  6. Intro humor

1. Hard Intro :

         Tipe intro yang langsung menyampaikan informasi paling penting mengenai suatu kejadian.
         Intro ini langsung masuk ke inti berita dan memasukkan sebagian besar informasi yang paling penting.
         Biasa digunakan utk berita langsung.



Contoh

-          LIMA ANGGOTA KELUARGA TEWAS DIBUNUH DI RUMAHNYA DI RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR PAGI TADI//

-          MULAI BESOK HARGA BAHAN BAKAR MINYAK NAIK 25 PERSEN// PEMERINTAH MENGUMUMKANNYA HARI INI SEHUBUNGAN DENGAN TEKANAN I-M-F AGAR SUBSIDI B-B-M DIKURANGI//


2 Soft Intro

         Bentuk intro yang biasanya digunakan untuk feature.
         Lead seperti ini tidak langsung ke inti beritanya tetapi hanya memberikan perspektifnya dengan menunjukkan dampak dari inti ceritanya.


Contoh

PEMERIKSAAN DINI MERUPAKAN KUNCI UTAMA PENCEGAHAN KEMATIAN AKIBAT PENYAKIT KANKER// KARENA ITU/ TEKNIK BARU UNTUK MENGETAHUI DENGAN CEPAT ADANYA JARINGAN KANKER SANGATLAH PENTING//

3. Intro sapaan

         Lead dimana seolah-olah presenter berbicara langsung kepada pemirsa dengan menyebutkan kata sapaan “Anda.”

         Intro ini juga masuk kategori soft intro dan sering digunakan untuk features.

Contoh:

BELUM KE YOGYAKARTA NAMANYA JIKA ANDA TIDAK BERKUNJUNG KE MALIOBORO// DI SEPANJANG JALAN MALIOBORO INI ANDA AKAN MENEMUKAN PARA PENJUAL CENDERA MATA DAN BERBAGAI BARANG LAINNYA YANG BANYAK DIMINATI WISATAWAN//

4. Intro Pertanyaan

         Intro yang berbentuk kalimat tanya.

Misalnya: Anda ingin tau apa kegiatan para selebritis yang sudah pensiun dari layar kaca?



5. Intro Payung (Umbrella Intro)

Contoh

MUSIM KERING YANG PANJANG TELAH MENIMBULKAN PERSOALAN BESAR DI BEBERAPA DAERAH// DI SUMATERA/ KABUT ASAP MENGHALANGI PANDANGAN DAN MENGGANGGU KESEHATAN WARGA// DI JAWA/ RIBUAN HEKTAR SAWAH TERPAKSA PUSO/ SEDANGKAN DI KALIMANTAN/ HUTAN DAN LAHAN TERBAKAR//



6. Intro Humor dan Kejutan

         Menggunakan kata-kata humor atau kata-kata yang mengejutkan untuk berita ringan, lucu dan mengagetkan.
         Misalnya untuk laporan mengenai hewan yang lucu, lomba panjat pinang dan kejadian tak terduga.


Tips untuk menulis Lead
(dari buku Television News by Usman KS)

  1. Pikirkan lebih dulu apa yang akan Anda tulis pada Lead. Pahami peristiwanya agar Anda dapat menulis lead yang menarik orang menonton tayangan berita televisi. Berpikir sebelum menulis lead membantu kita mengidentifikasi fakta-fakta penting dan menjaga berita kita terbingkai dengan jelas.

  1. Tulis lead yang mengandung fakta baru yang menarik bagi pemirsa. Jika pemirsa sudah mengetahui fakta yang disampaikan dalam lead, dia tidak akan melanjutkan menonton berita kita.

  1. Tulislah lead yang mengandung unsur manusiawi (human interest).
Lead manusiawi adalah lead yang menjadikan manusia sebagai subyek berita.
      Jika Anda meliput suatu peristiwa, tulislah lead yang mengisahkan dampak   
      peristiwa itu terhadap manusia.

  1. Tulislah lead yang tegas, tidak mengambang. Lead yang samar-samar dan tidak
      tegas bisa terdengar datar di telinga pemirsa.  Lead datar tentu tidak menarik, 
      padahal fungsi lead adalah menarik perhatian pemirsa.

5.  Tulislah lead yang menggambarkan garis besar berita kita.
     Jadi dalam berita televisi, lead tidak harus memuat semua unsur berita (5W+1H).
     Memasukkan semua unsur membuat lead terlalu detil. Ini bisa membuat pemirsa   
     sulit memahami suatu peristiwa, bahkan bisa membuat pemirsa bingung.
     Detil berita bisa ditulis di tubuh berita.


++++++++++++++OOOOOOOO++++++++++++++









FORMAT BERITA TELEVISI


Berita di media televisi dapat disiarkan dalam berbagai format. Untuk menentukan format mana yang akan dipilih, tergantung pada beberapa faktor.

Faktor-faktor itu antara lain ketersediaan gambar.

Jika gambar yang dimiliki sangat terbatas, reporter sulit menulis naskah berita yang panjang. Maka berita dibuat dalam format lebih singkat dan padat, atau dibuat dalam format tanpa gambar sama sekali. Momen terjadinya peristiwa atau perkembangan peristiwa yang akan diberitakan.

Perkembangan terkini dari suatu peristiwa baru sampai ke producer, ketika siaran berita sedang berlangsung. Sedangkan perkembangan itu terlalu penting untuk diabaikan. Jika ditunda terlalu lama, perkembangan terbaru pun menjadi basi, atau stasiun TV lain (kompetitor) akan menayangkannya terlebih dahulu.


Format Berita Televisi
(versi Drs. Arifin S. Harahap, Msi)

  1. Reader
  2. Voice Over (VO)
  3. VO – Grafik
  4. Sound On Tape (SOT)
  5. Voice Over – Sound On Tape (VO-SOT)
  6. Package (PKG)
  7. Live on Cam
8.   Live on Tape (LOT)
9.   Live by Phone
10. Phone Record
11. Visual News (Note: Usman Ks menggunakan istilah VO tanpa narasi)


Format Berita Televisi
(versi Morrisan, M.A)

         Reader (RDR)
         Voice Over (VO)
         Reader – Sound on Tape (RDR-SOT)
         Voice Over – Sound on Tape (VO-SOT)
         Reader – Grafis (RDR-Grafis)
         Paket (Package/ PKG)
         Breaking News
         Laporan Langsung
         Laporan Khusus


  1. Reader

Ini adalah format berita TV yang paling sederhana, hanya berupa lead in yang dibaca presenter. Berita ini sama sekali tidak memiliki gambar ataupun grafik. Hal ini dapat terjadi karena naskah berita dibuat begitu dekat dengan saat deadline, dan tidak sempat dipadukan dengan gambar.

Bisa juga, karena perkembangan peristiwa baru sampai ke tangan redaksi, ketika siaran berita sedang berlangsung. Maka perkembangan terbaru ini pun disisipkan di tengah program siaran. Beritanya dapat berhubungan atau tidak berhubungan dengan berita yang sedang ditayangkan.

         Seluruh narasinya dibacakan oleh presenter.
         Format berita ini seolah hanya terdiri atas lead, tidak ada gambar peristiwa atau wawancara.
         Istilah lain: “berita copy” dan “in vision only” (Morrisan, M.A)

Reader ditulis dgn ketentuan:

         Memiliki nilai berita penting;
         Sudah dicek kebenarannya;
         Gambar belum tersedia
         Peristiwanya terjadi menjelang atau saat program berita tengah mengudara;
         Durasi maksimal 60 detik

         Laporan dalam format ini dapat dimulai dengan kalimat:
   - “Baru saja kami terima  berita (bahwa)……”
   - “Kami baru saja menerima laporan (bahwa)....”

Dan diakhiri dengan kalimat: “Kami akan menyampaikan perkembangan selanjutnya segera setelah kami menerima informasi terbaru.”


  1. Voice Over


Format berita televisi yang terdiri atas naskah dan gambar, yang seluruh naskahnya (lead dan tubuh berita) dibaca oleh presenter

Natsound (natural sound, suara lingkungan) yang terekam dalam gambar bisa dihilangkan. Tetapi, biasanya natsound tetap dipertahankan, untuk membangun suasana dari peristiwa yang diberitakan. Sebelum menulis naskah berita, tentu Reporter harus melihat dulu gambar yang sudah diperoleh, karena tetap saja narasi yang ditulis harus cocok dengan visual yang ditayangkan.

Istilah lain: out of vision (OOV) atau underlay. (Morrisan, M.A)

Voice Over ditulis dgn ketentuan:

         Memiliki nilai berita;
         Data yang tersedia terbatas;
         Gambar yang tersedia datar dan kurang dramatis;
         Durasi antara 20 – 30 detik
         VO terkadang diakhiri dengan Tag (on cam presenter) mengenai perspektif atau latar belakang berita tersebut. (Morrisan, M.A)

3. VO - Grafik

         Format berita TV yang lead dan tubuh beritanya seluruhnya dibacakan oleh presenter.
         Saat penyiar membacakan tubuh berita, gambar pendukungnya hanya berupa grafik dan tulisan.
         Morrisan, M.A dan Usman Ks sama-sama menggunakan istilah Reader-Grafis (RDR-GRF)

VO-Grafik ditulis dgn ketentuan

         Memiliki nilai berita besar;
         Gambar belum tersedia;
         Memiliki data yang cukup;
         Durasi maksimal 60 detik, kecuali beritanya sangat penting.

Fungsi Grafis

  1. Menggantikan gambar yang belum tersedia pada saat berita itu ditayangkan.
  2. Membantu menjelaskan data-data rumit, seperti jumlah, daftar, pasal undang-undang atau data lokasi.
  3. Bisa berupa gambar/ peta lokasi peristiwa, daftar nama korban, atau yang berkaitan dengan angka.

Saran ttg penggunaan Grafik

Jangan memuat terlalu banyak informasi dalam grafik karena waktu tayang sebuah grafik biasanya cukup singkat.


4. Sound On Tape (SOT)

         Format berita TV yang hanya berisi lead dan pernyataan/ pendapat nara sumber.
         Presenter hanya membacakan lead-nya, kemudian diikuti dengan pernyataan/ pendapat nara sumber.
         Usman KS dlm bukunya Television News menyebut format ini sbg Reader-Sound On Tape.
         Morrisan, M.A juga menggunakan istilah Reader- Sound on Tape (RDR-SOT)


Format SOT ditulis dgn ketentuan:

         Memiliki nilai berita;
         Pernyataan yang dikemukakan narsum lebih penting disiarkan daripada ditulis dalam bentuk narasi;
         Format ini bisa dibuat sebagai pelengkap berita sebelumnya tetapi bisa juga berdiri sendiri;
         Durasi maksimal 60 detik, kecuali pernyataan itu sangat penting.

SOT - Tag

         Berdasarkan standar internasional, berita yang berakhir dengan SOT sebaiknya ditutup dengan tag.
         Tag adalah tambahan berita yang melengkapi pernyataan atau SOT narsum.
         Tag dibaca oleh presenter setelah narsum menyampaikan pernyataannya.


5. Voice Over – Sound on Tape (SOT)

         VO-SOT adalah format berita TV yang memadukan antara Voice Over dengan Sound on Tape.
         Lead dan tubuh berita dibaca oleh penyiar.
         Pada akhir berita dimunculkan SOT narsum sebagai pelengkap berita yg telah dibacakan tadi.

VO-SOT disusun dgn ketentuan:

         Memiliki nilai berita;
         Gambar yang tersedia kurang menarik dan dramatis;
         Ada bagian pernyataan narsum (SOT) yang perlu ditonjolkan untuk melengkapi narasi di akhir berita;
         Durasi maks. 60 detik (40 dtk VO dan 20 dtk SOT).


Saran-saran

Pada saat menulis naskah untuk VO, jangan mengulangi kata-kata yang sama sebagaimana diucapkan oleh narsum dalam soundbite-nya.


6. Package (PKG)

Package adalah format berita TV yang hanya lead in-nya yang dibacakan oleh presenter, tetapi isi berita merupakan paket terpisah, yang ditayangkan begitu presenter selesai membaca lead in. Paket berita sudah dikemas jadi satu kesatuan yang utuh dan serasi antara gambar, narasi, soundbite, dan bahkan grafis. Lazimnya tubuh berita ditutup dengan narasi.

Format ini dipilih jika data yang diperoleh sudah lengkap, juga gambarnya dianggap cukup menarik dan dramatis.
Kalau dirasa penting, reporter dapat muncul dalam paket berita tersebut (stand up) pada awal atau akhir berita. Durasi maksimal total sekitar 2 menit 30 detik.

         Pada bagian tubuh berita disisipkan SOT narsum dan berita ditutup dengan narasi.

Package disusun dgn ketentuan:

         Memiliki nilai berita;
         Data yang diperoleh sudah lengkap (termasuk soundbites)
         Gambar menarik dan dramatis;
         Jika gambar memiliki atmosphere/ natural sound yang menarik dan drama



7. Live on Cam (Laporan Langsung -- versi Morrisan, M.A)

         Format berita TV yang pelaporannya langsung dari lapangan atau lokasi peristiwa.
         Sebelum reporter menyampaikan laporannya, presenter lebih dulu membacakan lead dan kemudian menghubungi reporter utk menyampaikan laporannya.
         Dalam laporan langsung, reporter juga bisa mewawancarai seorang narsum yang benar-benar mengetahui masalahnya.

Live on Cam dilakukan dgn ketentuan:

         Memiliki nilai berita yang besar atau luar biasa;
         Peristiwanya masih berlangsung saat program berita masih “on air”;
         Jika peristiwanya sudah berlangsung, harus ada ada bukti-bukti yang patut ditunjukkan kepada pemirsa;
         Peliputannya terencana;
         Durasi dpt disesuaikan dgn kebutuhan.

8. Live on Tape (LOT)

         Format berita yang menayangkan laporan yang direkam langsung di lokasi kejadian, namun penyiarannya ditunda (delayed).


LOT dilaksanakan dgn ketentuan;

         Memiliki nilai berita kuat;
         Ingin menunjukkan bhw reporter meliput langsung di lokasi peristiwa;
         Tidak mungkin disiarkan secara langsung dengan berbagai pertimbangan teknis dan biaya sewa satelit;
         Aktualitas dpt terjaga meski siarannya tunda;
         Durasi sesuai kebutuhan, tapi hrs lbh singkat daripada Live on Cam.

9. Live by Phone

         Format berita TV yang disiarkan secara langsung dari lokasi peristiwa dengan menggunakan telepon ke studio.
         Lead dibaca oleh presenter kemudian memanggil reporter untuk menyampaikan laporannya.

Live by Phone dilakukan dgn ketentuan:

         Memiliki nilai berita yang harus segera disiarkan;
         Tidak mungkin siaran langsung dengan pertimbangan teknis;
         Gambar belum tersedia atau sudah dikirim melalui video streaming, Telkom atau Indosat;
         Wajah reporter dimunculkan melalui foto agar pemirsa mengetahuinya;
         Pada saat melaporkan dpt di-insert grafis karena gambar sesungguhnya belum tersedia;
         Durasi antara 40 – 60 detik.


10. Phone Record

         Format berita TV yang menggunakan rekaman telepon dengan reporter secara langsung dari lokasi kejadian, tetapi penyiarannya dilakukan secara tunda.
         Format ini jarang sekali digunakan; dan hanya digunakan bila sebelumnya sudah diperkirakan akan ada gangguan teknis pada saat laporan langsung.

Phone Record dilaksanakan:

         jika gambar belum tersedia;
         Wajah reporter dimunculkan dalam foto agar pemirsa mengetahuinya;
         Pada saat laporan, dapat di-insert grafis untuk menggantikan gambar;
         Durasi antara 40 – 60 detik.

11. Visual News

         Format berita TV yang hanya menyajikan gambar-gambar menarik dan dramatis.
         Presenter membacakan lead, kemudian VTR man segera memutar video gambar yang disiapkan redaksi.
         Usman KS dlm bukunya Television News menyebut format ini sebagai “VO-tanpa narasi”.


Visual News dilaksanakan:

         Gambar menarik, dramatis dan jika dirangkai dpt bercerita secara kronolgis;
         Gambar memiliki atmosphere/ natural sound seperti suara teriakan-teriakan manusia.
         Durasi bisa mencapai tiga menit atau sesuai kebutuhan.



12. Breaking News

-          Berita yang sangat penting dan harus segera disiarkan, bila memungkinkan bersamaan dengan terjadinya peristiwa tersebut.
-          Merupakan berita yang tidak terjadwal karena bisa terjadi kapan saja.
-          Durasi mulai dari dua menit hingga tak terbatas.




++++++++++++++++++OOOOOOOOO+++++++++++++++++





























LATIHAN


Data yg diperoleh:

-          Gempa dan tsunami melanda kawasan Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat
-          Waktu 15.30 WIB
-          Informasi awal yang diterima menyebutkan 213 orang tewas, puluhan hilang, dan ratusan luka-luka.
-          Lebih dari seribu bangunan rusak.
-          Kekuatan gempa 7.7 skala Richter

Pertimbangan:

-          Gambar belum diperoleh tetapi karena berita ini menyangkut nyawa manusia, jadi perlu segera disiarkan.
-          Tidak ada waktu untuk membuat grafis
-          Dalam kondisi seperti ini, kita susun berita dalam format Reader (RDR)


  1. Format: READER

VISUAL
NARASI

PRESENTER

SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//

GEMPA DAN TSUNAMI JUGA MERUSAK LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN// PETUGAS SAAT INI TENGAH MENGEVAKUASI PARA KORBAN// (END)







Tetapi jika bagian grafis sudah membuat peta lokasi berdasarkan informasi awal seperti di atas, berita sebaiknya disusun dalam format VO-GRAFIS.

2. VO-GRAFIS

VISUAL
NARASI

PRESENTER











(ROLL GRAF)

GRAFIS LOKASI GEMPA (PANTAI PANGANDARAN, CIAMIS, DALAM PETA JAWA BARAT)

DILENGKAPI WAKTU KEJADIAN, JUMLAH KORBAN TEWAS, LUKA MAUPUN HILANG.

LEAD IN:

SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//

(ROLL GRAF)

MENURUT PETUGAS/ KORBAN TEWAS MAUPUN LUKA ADALAH AKIBAT TERTIMPA BANGUNAN ATAU TENGGELAM// PETUGAS MENDUGA BANYAK KORBAN HILANG KARENA TERSERET ARUS GELOMBANG TSUNAMI//

PETUGAS MASIH TERUS BERUPAYA MENGEVAKUASI PARA KORBAN TEWAS MAUPUN LUKA-LUKA//

PETUGAS JUGA BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG HILANG// (END)










Kemudian kita mendapat gambar dampak dari peristiwa tersebut.

-          Ada gambar korban tewas dan korban luka-luka di rumah sakit.
-          Ada gambar kerusakan bangunan akibat gempa dan terjangan tsunami.
-          Di sejumlah bangunan yang runtuh, petugas terlihat mengais reruntuhan untuk mencari korban.
-          Juru kamera juga tak lupa mengambil gambar suasana di bibir pantai.

Dengan bekal gambar-gambar seperti itu, kita bisa membuat berita dalam format Voice Over (VO)

3. Format Voice Over  (VO)

VISUAL
NARASI

PRESENTER











(ROLL VO)





GAMBAR KORBAN TEWAS




GAMBAR KORBAN LUKA












GAMBAR BANGUNAN RUNTUH




GAMBAR SUASANA PANTAI

LEAD IN:

SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//

(ROLL VO)

SEBAGIAN KORBAN TEWAS DIEVAKUASI KE RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS//

MENURUT PETUGAS/ KORBAN TEWAS AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN ATAU TENGGELAM//

BANYAK KORBAN LUKA YANG JUGA DIEVAKUASI DAN MENDAPAT PERAWATAN DI R-S-U-D CIAMIS//

MENURUT PETUGAS RUMAH SAKIT/ SEBAGIAN BESAR KORBAN MENDERITA PATAH KAKI ATAU TANGAN AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN//

PETUGAS MEMPERKIRAKAN/ LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN RUSAK//

PETUGAS JUGA MASIH TERUS BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG MUNGKIN TERTIMBUN RERUNTUHAN BANGUNAN//

SELAIN KORBAN TEWAS DAN LUKA-LUKA/ BANYAK KORBAN YANG HILANG// PETUGAS MENDUGA/ KORBAN HILANG AKIBAT TERSERET GELOMBANG TSUNAMI/// (END)




Dalam peristiwa yang sama, reporter berhasil mewawancarai salah satu korban luka. Dengan bekal wawancara ini, kita bisa membuat berita dengan format Voice Over – Sound on Tape (VO-SOT).

4. Format VO-SOT

VISUAL
NARASI

PRESENTER











(ROLL VO)

GAMBAR KORBAN TEWAS








GAMBAR KORBAN LUKA












GAMBAR BANGUNAN RUNTUH




GAMBAR SUASANA PANTAI





(ROLL SOT: SODIKIN NURSA/ KORBAN)









PRESENTER

LEAD IN:

SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//

(ROLL VO)

SEBAGIAN KORBAN TEWAS DIEVAKUASI KE RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS//

MENURUT PETUGAS/ KORBAN TEWAS AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN ATAU TENGGELAM//

BANYAK KORBAN LUKA YANG JUGA DIEVAKUASI DAN MENDAPAT PERAWATAN DI R-S-U-D CIAMIS//

MENURUT PETUGAS RUMAH SAKIT/ SEBAGIAN BESAR KORBAN MENDERITA PATAH KAKI ATAU TANGAN AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN//

PETUGAS MEMPERKIRAKAN/ LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN RUSAK//

PETUGAS JUGA MASIH TERUS BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG MUNGKIN TERTIMBUN RERUNTUHAN BANGUNAN//

SELAIN KORBAN TEWAS DAN LUKA-LUKA/ BANYAK KORBAN YANG HILANG// PETUGAS MENDUGA/ KORBAN HILANG AKIBAT TERSERET GELOMBANG TSUNAMI//

(ROLL SOT: SODIKIN NURSA/ KORBAN)

“Waktu gempa saya sedang di pantai. Tak berapa lama setelah gempa, ada gelombang besar. Saya berlari dan berlindung dekat sebuah bangunan. Tapi tiba-tiba ada bagian bangunan yang runtuh menimpa saya.”

--------------------TAG----------------------

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CIAMIS MENYATAKAN/ AKAN MEMBEBASKAN BIAYA PERAWATAN PARA KORBAN/// (END


Dalam perkembangan selanjutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan pernyataan mengenai gempa dan tsunami di Pangandaran. Pernyataan seorang presiden tentang peristiwa aktual tentu sangat kuat. Kita bisa menuliskan beritanya dalam format Sound On Tape (SOT)

Note: Morissan, M.A dan Usman Ks mengunakan istilah Reader-Sound on Tape (RDR-SOT)

5. Format Sound on Tape (SOT)

VISUAL
NARASI

PRESENTER









(ROLL SOT: SUSILO BAMBANG YUDHOYONO/ PRESIDEN RI)











PRESENTER


LEAD IN:

PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENYATAKAN/  PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA IKUT BERDUKA ATAS BANYAKNYA KORBAN YANG TEWAS DALAM BENCANA TERSEBUT//

(ROLL SOT: SUSILO BAMBANG YUDHOYONO/ PRESIDEN RI)

“Saya menyatakan bencana gempa dan tsunami di Pangandaran sebagai bencana nasional. Sore ini juga saya akan berangkat ke lokasi kejadian. Pemerintah sudah menganggarkan dana untuk membantu para korban dan memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak.”

----------------------TAG-------------------

PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENAMBAHKAN/ IA TELAH MEMERINTAHKAN PEMDA SETEMPAT UNTUK MEMPRIORITASKAN PENANGANAN TERHADAP KORBAN-KORBAN LUKA/// (END)



++++++++++++++OOOOO++++++++++++++


Stand Up

Reporter membacakan laporan secara langsung di lapangan dan juru kamera merekamnya.

Kapan stand up dilakukan?

         Stand up penting dilakukan untuk berita-berita besar dan menarik.
         Langkah ini dapat mengangkat kredibilitas seorang reporter maupun stasiun TV-nya.
         Stand up juga biasanya dilakukan jika reporter melakukan liputan di luar negeri.
         Langkah ini memberikan kebanggaan bagi reporter maupun stasiun TV tempatnya bekerja.

Berapa kali stand up?

         Reporter dapat melakukan stand up di awal atau akhir berita.
         Bisa juga dua kali: di awal dan di akhir berita.
         Di akhir berita, reporter menutup berita dengan menyebut namanya, nama juru kamera, stasiun TV-nya dan nama tempat melaporkan beritanya.

Alasan Stand Up

         Memuaskan pemirsa.
         Memperlihatkan faktualitas.
         Mengejar aktualitas.
         Memperlihatkan how to (memperlihatkan cara kerja atau penjelasan tentang profesi tertentu)
         Menjadi bukti otentik.
         Mendekatkan emosi pemirsa.
         Hasil stand up tidak boleh cacat.
         Kalau saat merekam stand up ada yang kurang sempurna, maka harus diulang sampai sempurna.

Tips untuk melakukan stand up:

         Sebelum melakukan stand up, reporter sebaiknya membuat catatan tentang apa yang akan dikemukakan dan berusaha memahaminya.
         Saat melakukan stand up jangan terpaku pada kalimat-kalimat yang telah disusun dalam catatan.
         Upayakan berimprovisasi agar tidak kelihatan kaku.
         Jangan mengeluarkan kata-kata makian jika salah membacakan kalimat atau melafalkan kata.
         Jangan terlihat tegang, tapi bersikaplah wajar.
         Reporter harus mampu menguasai perasaan, suara dan hal psikis lainnya saat dia menyampaikan laporannya.
         Eye contact antara reporter dengan pemirsa harus tetap terjaga.
         Cek peralatan (kamera, mic, kabel, lampu)
         Jika tidak memakai baju seragam, pakaian jangan sampai terlihat norak dan tidak enak dipandang.