Secara rinci, proses perjalanan sebuah berita mulai dari perencanaan
liputan hingga berita itu ditayangkan dapat dilihat dari tahapan berikut :
PERENCANAAN :
Ø Menentukan topik liputan
Ø Menentukan reporter dan kamerawan yang bertugas
PELIPUTAN
Ø Proses pencarian berita
Ø Memperhatikan batas waktu peliputan
Ø Selalu berkomunikasi dengan produser
PRODUKSI
Ø Preview, melihat gambar yang didapat
Ø Memilih topik berita
Ø Menentukan durasi berita
Ø Membuat naskah
Ø Editing gambar
Ø Dubbing
Ø Membuat grafik
PASCA PRODUKSI
Ø Periksa audio & video
Ø Periksa materi
Ø Persetujuan layak tayang
Ø Penyusunan Rundown
PENAYANGAN
Ø Penampilan presenter
Ø Penayangan materi siaran berita
Ø Realisasi Rundown
Ø Kontrol kualitas gambar dan audio
Ø Evaluasi kualitas topik, produksi dan tayangan
PERSONAL YANG TERLIBAT :
1.
Produser liputan + produksi
2.
Reporter dan kamerawan
3.
video editor dan graphic editor
4.
Crew studio ( audio, switcher,
CG,VTR, lighting , kamerawan )
5.
Program director
6.
Presenter
ü Kontributor : orang yang mencari berita dan menjualnya pada stasiun
televisi. Stasiun televisi harus membayar hasil liputannya yang berhasil
tayang.
ü Koresponden : atau reporter daerah atau tim liputan di daerah. Koresponden sudah
menjadi karyawan sebuah stasiun televisi. Layaknya reporter, koresponden berhak
mendapatkan gaji dari stasiun dimana ia bekerja. Penfertian koresponden juga
bias berarti reporter yang cukup paham untuk tempat atau isu tertentu. Misalnya
koresponden Gedung Putih, Koresponden Militer, koresponden di DRP, dll.
ü Package ( PKG ) : suatu berita dimana ada narasi yang dibacakan
oleh reporter atau dubber. Syarat
package berisi narasi tentang story yang diangkat, natsound, soundbite,PTC, Vox pop, Sign off.
ü Piece TO Camera ( PTC ) : ada juga yang menyebutnya dengan stand up
atau on-cam. Penggalian informasi yang diberikan oleh reporter saat di lokasi
pembuatan berita. Laporan ini dibawakan reporter dan direkam di kamera.
ü Sign off : Tanda berakhir nya item beita. Berisikan nama reporter,
nama camera person, nama stasiun televise dan lokasi pengambilan gambar.
ü Sound on Tape ( SOT ) : Penggalan wawancara dengan
narasumber, tanpa naskah berita. Durasi nya bias lebih panjang dari Soundbite.
ü Soundbite : Potongan wawancara/komentar narasumber. Dimana hanya
narasumber itu sendiri yang bias/berwenang menjawabnya alias opini narasumner.
Untuk berita hard-news durasi/panjangnya soundbite biasanya tak lebih dari 25
detik. Tapi untuk non hard-news, durasi nya bias lebih panjang.
ü Vox Pop : Latinnya “vox populli, vox dei” yang artinya “suara
rakyat”, suara Tuhan”. Potongan
wawancara dari sejumlah orang di lapangan untuk mencari opini public. Misalnya
: meminta komentar beberapa warga tentang kenaikan BBM, reshuffle kabonet, dll.
ü VO/Voice Over atau OOV/Out of Vision : Visual yang narasinya dibaca oleh
presenter di studio. Atau instruksi di Rundown yang menandakan presenter tak
tampak di layer saat membaca naskah berita.
ü Rundown : Urutan item berita dalam sebuah program. Rundown inilah yang memuat
seluruh informasi tayangan berita mulai saat produksi, pasca produksi hingga
siaran atau on-air. Pada saat siaran , rundown dipegang oleh kru produksi
siaran news, kru studio, kru conttrol room dan kru master control room.
ü Dubbing : Proses merekam suara dari suatu alat perekam ke alat perekam lainnya.
Misalnya : reporter/dubber merekam suara nya lewat mic ke sebuah video tape
(VT) atau ke sebuah sistem elektronik editing.
ü Breaking News : Berita besar yang baru saja terjadi dan penyiarannya memotong siaran yang
sudah terjadwaL
ü
JENIS BERITA, HARD, SOFT AND INVESTIGATIVE REPORT
Investigative Reports;
Investigative reports atau disebut juga laporan
penyelidikan (investigasi) adalah jenis berita yang ekslusif. Datanya tidak
bisa diperoleh di permukaan, tetapi harus dilakukan berdasarkan penyelidikan.
Sehingga penyajian berita seperti ini
membutuhkan waktu yang lama dan tentu akan menghabiskan energi reporternya.
Berita penyelidikan ini sangat menarik karena cara
mengungkapkan nyapun tidak mudah. Seorang reporter untuk dapat melakukan tugas
ini harus memiliki banyak sumber orang-orang dalam yang mendapat jaminan untuk
tidak terekspos karena keselamatan diri mereka.
Berita penyeledikan untuk media televisi akan lebih sulit
dilakukan dibandingkan dengan berita yang sama untuk media cetak. Televisi
membutuhkan gambar bahkan wajah orang yang diwawancarai, namun teknologi
elektronika kini memunkinkan untuk dapat mengaburkan wajah orang yang
wawancarai agar dapat terhindar dari kemunkinan bahaya atas apa yang ia
sampaikan dalam wawancara televisi.
SUMBER BERITA TELEVISI
Pada dasarnya sumber berita ada 2 :
l Peristiwa
Peristiwa dijadikan sumber berita di sini,
maksudnya adalah segala kegiatan atau kejadian yang dapat dijadikan sumber
untuk diinformasikan atau disiarkan dan peristiwa itu menyangkut banyak orang
dan berguna kepada`semua orang.
l Manusia
Biasanya manusia diartikan sebagai sumber berita,
karena ia memberikan keterangan atau pendapat yang juga menyangkut kepentingan
orang banyak. Baik itu dari segi sosial, politik, budaya, pendidikan, agama,
ekonomi, dan lain sebagainya
SUMBER PERISTIWA INTERNASIONAL
l Kantor Berita Surat
Kabar
Sumber-sumber
yang berasal dari kantor berita surat kabar akan sangat membantu dalam
memberikan suplai informasi dan latar belakang peristiwa. Tetapi seberapa
banyak yang diperlukan, sangat bergantung pada stasiun televisi masing-masing. Misalnya
Associated Press, Agnece France Press, reuter, dll.
l Kantor Berita Televisi
Kita juga dapat memperoleh informasi
internasional melalui kantor berita televisi seperti WTN, Visnews, Asiavision,
dll. Laporan yang dikirimkan melalui kantor berita televisi ini biasanya gambar
visual sudah di dubbing suara komentar reporter yang bersangkutan. Ada juga
yang tidak didubbing tetapi dengan disertai penulisan narasi yang biasanya
dikirimkan melalui fax.
SUMBER PERISTIWA NASIONAL / LOKAL
l Siaran Pers
Siaran pers biasanya disediakan oleh
mereka yang sudah melakukan promosi melalui berita baik lembaga pemerintah,
perusahaan, atau organisasi yang sedang punya kegiatan atau ide untuk
dipublikasikan.
l Hubungan Telepon Rutin
Para
reporter berita harus melakukan hubungan telepon secara rutin kepada orang-orang tertentu yang dianggap perlu. Hal itu mutlak agar
dapat tetap mejaga perkembangan terbaru terhadap semua hal yang dinilai
penting untuk pemirsa. Hal semacam ini akan menjadi lebih penting untuk pemirsa dan akan menjadi lebih
penting lagi, terutama bagi para reporter spesialis yang meliput topik-topik
tertentu.
l Observasi Reporter
Reporter
berita harus selalu membuka telinga dan mata untuk melihat segala sesuatu yang
mungkin dapat diangkat sebagai bahan berita dan dapat dikembangkan di kemudian
hari. Cara semacam ini bisa dilakukan apabila tidak berhasil menemukan saksi
mata atau orang lain yang dapat memberikan pernyataan, pandangan atau penilaian
terhadap materi yang akan disajikan.
l Informasi dari Lokasi
Sumber
informasi yang paling baik untuk dihimpun oleh seorang reporter adalah data
yang diperoleh dari mereka yang terlibat. Reporter
harus berpikir lebih teliti.
Apa yang ingin reporter gali dan yang ingin reporter ketahui tidak akan dapat diperoleh
apabila reporter meninggalkan tempat peristiwa tanpa memperoleh informasi
sebanyak-banyaknya dari orang-orang di tempat kejadian. Reporter juga
harus menyadari bahwa kelak tidak akan lagi dapat berhubungan dengan orang
perorangan secara mudah apabila sudah berada di ruang redaksi, apabila tempat
tersebut jauh dari lokasi kejadian
l Follow -Up
Mengikuti berita di surat kabar atau radio
dapat memberikan ide tambahan bagi seorang reporter untuk memperoleh bahan
berita.Dari berita yang sama akan dapat dikembangkan lebih jauh dengan mengambil
dari sisi angle lain yang tentunya harus lebih menarik. Follow up akan
memberikan daya tarik tersendiri bagi para pemirsa bila topik berita tersebut
menarik.
l Reporter
Sumber berita televisi yang penting adalah
reporter dan juru kamera yang bertugas mencari informasi dan mengambil gambar
di lapangan, jika diperlukan mereka
dapat mengirim wartawan ke berbagai sumber berita di seluruh pelosok
dunia, beberapa stasiun televisi besar dengan skala internasional mempunyai
reporter dan juru kamera yang ditempatkan di berbagai negara di seluruh dunia.
Stasiun televisi juga menerima berita dari reporter dan juru kamera freelance.
Stasiun televisi bisa juga memperoleh bahan berita dari juru kamera amatir yang
kebetulan menyaksikan suatu peristiwa dan meliputnya.
l Pelayanan Darurat
Reporter harus selalu sigap dan proaktif
terhadap peristiwa yang terjadi tengah masyarakat. Reporter harus mencari
informasi awal yang dapat menjadi petunjuk dari satu berita penting.
Untuk itu reporter harus mengembangkan
jaringan dengan semua unit pelayanan darurat, stasiun televisi harus memiliki
kontak dengan :
Polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit,
pusat Informasi, BMKG, Badan SAR, dll.
l Kontak Pribadi
Reporter yang baik memiliki kontak pribadi
dengan orang -orang yang bekerja pada berbagai lembaga pemerintah dan non - pemerintah.
Disebut kontak pribadi karena nomor-nomor telepon mereka tidak dengan bebas diberikan pada semua
media. Orang-orang tersebut tidak harus pejabat penting atau pemimpin dari satu
lembaga, tetapi bisa juga orang kedua, ketiga dan seterusnya, namun ia harus
dapat dipercaya, seorang reporter biasanya dapat memiliki kontak pribadi dari
hubungan yang cukup lama dengan sumbernya sehingga mereka sudah saling
mempercayai.
l Kontak Publik
Kontak publik adalah orang-orang penting
atau figur kunci yang dapat diminta tanggapan atau opininya mengenai berita
yang mempengaruhi organisasi atau profesi mereka. Kontak-kontak itu dapat
berasal dari organisasi pemerintah, non-pemerintah, serikat buruh,
kelompok-kelompok oposisi atau pengamat, dan kalangan perguruan tinggi.
l Jumpa Pers
Sebagaimana siaran pers, jumpa pers atau konferensi
pers biasanya mempunyai tujuan untuk menyampaikan pesan yang akan
menguntungkan lembaga yang mengadakan jumpa pers tersebut. Stasiun televisi
hendaknya selektif dalam memilih konferensi pers mana yang akan diliput.
Pertimbangan bobot berita dan siapa yang akan memberikan
jumpa pers. Apabila diperkirakan tidak akan ada berita yang bagus keluar dari satu jumpah pers atau orang-orangnya
kurang penting sebaiknya jangan diliput. Jangan meliput jumpa pers hanya karena
tidak ada acara lain yang dapat dibicarakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar