Senin, 17 Oktober 2011

penulisan naskah berita tv


Secara rinci, proses perjalanan sebuah berita mulai dari perencanaan liputan hingga berita itu ditayangkan dapat dilihat dari tahapan berikut :
PERENCANAAN :
Ø  Menentukan topik liputan
Ø  Menentukan reporter dan kamerawan yang bertugas
PELIPUTAN
Ø  Proses pencarian berita
Ø  Memperhatikan batas waktu peliputan
Ø  Selalu berkomunikasi dengan produser
PRODUKSI
Ø  Preview, melihat gambar yang didapat
Ø  Memilih topik berita
Ø  Menentukan durasi berita
Ø  Membuat naskah
Ø  Editing gambar
Ø  Dubbing
Ø  Membuat grafik
PASCA PRODUKSI
Ø  Periksa audio & video
Ø  Periksa materi
Ø  Persetujuan layak tayang
Ø  Penyusunan Rundown
PENAYANGAN
Ø  Penampilan presenter
Ø  Penayangan materi siaran berita
Ø  Realisasi Rundown
Ø  Kontrol kualitas gambar dan audio
Ø  Evaluasi kualitas topik, produksi dan tayangan
PERSONAL YANG TERLIBAT :
1.      Produser liputan + produksi
2.      Reporter dan kamerawan
3.      video editor dan graphic editor
4.      Crew studio ( audio, switcher, CG,VTR, lighting , kamerawan )
5.      Program director
6.      Presenter
ü  Kontributor     : orang yang mencari berita dan menjualnya pada stasiun televisi. Stasiun televisi harus membayar hasil liputannya yang berhasil tayang.
ü  Koresponden  : atau reporter daerah atau tim liputan di daerah. Koresponden sudah menjadi karyawan sebuah stasiun televisi. Layaknya reporter, koresponden berhak mendapatkan gaji dari stasiun dimana ia bekerja. Penfertian koresponden juga bias berarti reporter yang cukup paham untuk tempat atau isu tertentu. Misalnya koresponden Gedung Putih, Koresponden Militer, koresponden di DRP, dll.
ü  Package ( PKG )        : suatu berita dimana ada narasi yang dibacakan oleh reporter atau dubber. Syarat package berisi narasi tentang story yang diangkat, natsound, soundbite,PTC, Vox pop, Sign off.
ü  Piece TO Camera ( PTC )     : ada juga yang menyebutnya dengan stand up atau on-cam. Penggalian informasi yang diberikan oleh reporter saat di lokasi pembuatan berita. Laporan ini dibawakan reporter dan direkam di kamera.
ü  Sign off           : Tanda berakhir nya item beita. Berisikan nama reporter, nama camera person, nama stasiun televise dan lokasi pengambilan gambar.
ü  Sound on Tape ( SOT )          : Penggalan wawancara dengan narasumber, tanpa naskah berita. Durasi nya bias lebih panjang dari Soundbite.
ü  Soundbite        : Potongan wawancara/komentar narasumber. Dimana hanya narasumber itu sendiri yang bias/berwenang menjawabnya alias opini narasumner. Untuk berita hard-news durasi/panjangnya soundbite biasanya tak lebih dari 25 detik. Tapi untuk non hard-news, durasi nya bias lebih panjang.
ü  Vox Pop          : Latinnya “vox populli, vox dei” yang artinya “suara rakyat”, suara Tuhan”.  Potongan wawancara dari sejumlah orang di lapangan untuk mencari opini public. Misalnya : meminta komentar beberapa warga tentang kenaikan BBM, reshuffle kabonet, dll.

ü  VO/Voice Over atau OOV/Out of Vision      : Visual yang narasinya dibaca oleh presenter di studio. Atau instruksi di Rundown yang menandakan presenter tak tampak di layer saat membaca naskah berita.
ü  Rundown : Urutan item berita dalam sebuah program. Rundown inilah yang memuat seluruh informasi tayangan berita mulai saat produksi, pasca produksi hingga siaran atau on-air. Pada saat siaran , rundown dipegang oleh kru produksi siaran news, kru studio, kru conttrol room dan kru master control room.
ü  Dubbing : Proses merekam suara dari suatu alat perekam ke alat perekam lainnya. Misalnya : reporter/dubber merekam suara nya lewat mic ke sebuah video tape (VT) atau ke sebuah sistem elektronik editing.
ü  Breaking News : Berita besar yang baru saja terjadi dan penyiarannya memotong siaran yang sudah terjadwaL
ü   
JENIS BERITA, HARD, SOFT AND INVESTIGATIVE REPORT
Investigative Reports;
Investigative reports atau disebut juga laporan penyelidikan (investigasi) adalah jenis berita yang ekslusif. Datanya tidak bisa diperoleh di permukaan, tetapi harus dilakukan berdasarkan penyelidikan. Sehingga penyajian berita seperti  ini membutuhkan waktu yang lama dan tentu akan menghabiskan energi reporternya.
                               
Berita penyelidikan ini sangat menarik karena cara mengungkapkan nyapun tidak mudah. Seorang reporter untuk dapat melakukan tugas ini harus memiliki banyak sumber orang-orang dalam yang mendapat jaminan untuk tidak terekspos karena keselamatan diri mereka.

Berita penyeledikan untuk media televisi akan lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan berita yang sama untuk media cetak. Televisi membutuhkan gambar bahkan wajah orang yang diwawancarai, namun teknologi elektronika kini memunkinkan untuk dapat mengaburkan wajah orang yang wawancarai agar dapat terhindar dari kemunkinan bahaya atas apa yang ia sampaikan dalam wawancara televisi.


SUMBER BERITA TELEVISI
Pada dasarnya sumber berita ada 2 :
l  Peristiwa
            Peristiwa dijadikan sumber berita di sini, maksudnya adalah segala kegiatan atau kejadian yang dapat dijadikan sumber untuk diinformasikan atau disiarkan dan peristiwa itu menyangkut banyak orang dan berguna kepada`semua orang.
l  Manusia
            Biasanya manusia diartikan sebagai sumber berita, karena ia memberikan keterangan atau pendapat yang juga menyangkut kepentingan orang banyak. Baik itu dari segi sosial, politik, budaya, pendidikan, agama, ekonomi, dan lain sebagainya

SUMBER PERISTIWA INTERNASIONAL

l  Kantor Berita Surat Kabar
            Sumber-sumber yang berasal dari kantor berita surat kabar akan sangat membantu dalam memberikan suplai informasi dan latar belakang peristiwa. Tetapi seberapa banyak yang diperlukan, sangat bergantung pada stasiun televisi masing-masing. Misalnya Associated Press, Agnece France Press, reuter, dll.
l  Kantor Berita Televisi
            Kita juga dapat memperoleh informasi internasional melalui kantor berita televisi seperti WTN, Visnews, Asiavision, dll. Laporan yang dikirimkan melalui kantor berita televisi ini biasanya gambar visual sudah di dubbing suara komentar reporter yang bersangkutan. Ada juga yang tidak didubbing tetapi dengan disertai penulisan narasi yang biasanya dikirimkan melalui fax.

SUMBER PERISTIWA NASIONAL / LOKAL
l  Siaran Pers
            Siaran pers biasanya disediakan oleh mereka yang sudah melakukan promosi melalui berita baik lembaga pemerintah, perusahaan, atau organisasi yang sedang punya kegiatan atau ide untuk dipublikasikan.
l  Hubungan Telepon Rutin
            Para reporter berita harus melakukan hubungan telepon secara rutin  kepada orang-orang tertentu  yang dianggap perlu. Hal itu mutlak agar dapat tetap mejaga perkembangan terbaru terhadap semua hal yang dinilai penting untuk pemirsa. Hal semacam ini akan menjadi lebih penting untuk pemirsa dan akan menjadi lebih penting lagi, terutama bagi para reporter spesialis yang meliput topik-topik tertentu.
l  Observasi Reporter
            Reporter berita harus selalu membuka telinga dan mata untuk melihat segala sesuatu yang mungkin dapat diangkat sebagai bahan berita dan dapat dikembangkan di kemudian hari. Cara semacam ini bisa dilakukan apabila tidak berhasil menemukan saksi mata atau orang lain yang dapat memberikan pernyataan, pandangan atau penilaian terhadap materi yang akan disajikan.
l  Informasi dari Lokasi
            Sumber informasi yang paling baik untuk dihimpun oleh seorang reporter adalah data yang diperoleh dari mereka yang terlibat. Reporter harus berpikir lebih teliti. Apa yang ingin reporter gali dan yang ingin reporter ketahui tidak akan dapat diperoleh apabila reporter meninggalkan tempat peristiwa tanpa memperoleh informasi sebanyak-banyaknya dari orang-orang di tempat kejadian. Reporter juga harus menyadari bahwa kelak tidak akan lagi dapat berhubungan dengan orang perorangan secara mudah apabila sudah berada di ruang redaksi, apabila tempat tersebut jauh dari lokasi kejadian
l  Follow -Up    
            Mengikuti berita di surat kabar atau radio dapat memberikan ide tambahan bagi seorang reporter untuk memperoleh bahan berita.Dari berita yang sama akan dapat dikembangkan lebih jauh dengan mengambil dari sisi angle lain yang tentunya harus lebih menarik. Follow up akan memberikan daya tarik tersendiri bagi para pemirsa bila topik berita tersebut menarik.
l  Reporter         
            Sumber berita televisi yang penting adalah reporter dan juru kamera yang bertugas mencari informasi dan mengambil gambar di lapangan, jika diperlukan mereka  dapat mengirim wartawan ke berbagai sumber berita di seluruh pelosok dunia, beberapa stasiun televisi besar dengan skala internasional mempunyai reporter dan juru kamera yang ditempatkan di berbagai negara di seluruh dunia. Stasiun televisi juga menerima berita dari reporter dan juru kamera freelance. Stasiun televisi bisa juga memperoleh bahan berita dari juru kamera amatir yang kebetulan menyaksikan suatu peristiwa dan meliputnya.
l  Pelayanan Darurat
            Reporter harus selalu sigap dan proaktif terhadap peristiwa yang terjadi tengah masyarakat. Reporter harus mencari informasi awal yang dapat menjadi petunjuk dari satu berita penting.
            Untuk itu reporter harus mengembangkan jaringan dengan semua unit pelayanan darurat, stasiun televisi harus memiliki kontak dengan :
            Polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit, pusat Informasi, BMKG, Badan SAR, dll.
l  Kontak Pribadi
            Reporter yang baik memiliki kontak pribadi dengan orang -orang yang bekerja pada berbagai lembaga pemerintah dan non - pemerintah. Disebut kontak pribadi karena nomor-nomor telepon mereka  tidak dengan bebas diberikan pada semua media. Orang-orang tersebut tidak harus pejabat penting atau pemimpin dari satu lembaga, tetapi bisa juga orang kedua, ketiga dan seterusnya, namun ia harus dapat dipercaya, seorang reporter biasanya dapat memiliki kontak pribadi dari hubungan yang cukup lama dengan sumbernya sehingga mereka sudah saling mempercayai.
l  Kontak Publik
            Kontak publik adalah orang-orang penting atau figur kunci yang dapat diminta tanggapan atau opininya mengenai berita yang mempengaruhi organisasi atau profesi mereka. Kontak-kontak itu dapat berasal dari organisasi pemerintah, non-pemerintah, serikat buruh, kelompok-kelompok oposisi atau pengamat, dan kalangan perguruan tinggi.



l  Jumpa Pers
            Sebagaimana siaran pers, jumpa pers atau konferensi pers biasanya mempunyai tujuan untuk menyampaikan pesan yang akan menguntungkan  lembaga  yang mengadakan jumpa pers tersebut. Stasiun televisi hendaknya selektif dalam memilih konferensi pers mana yang akan diliput. Pertimbangan  bobot berita dan siapa yang akan memberikan jumpa pers. Apabila diperkirakan tidak akan ada berita yang bagus keluar  dari satu jumpah pers atau orang-orangnya kurang penting sebaiknya jangan diliput. Jangan meliput jumpa pers hanya karena tidak ada acara lain yang dapat dibicarakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar