Senin, 17 Oktober 2011

SINOPSIS FILM Q

-          Judul : mules
-          genre: comedy
-          created by: resti dwi lestari
-          Tokoh dan penokohan: - edwin (ganteng, tinggi, kaya, mandiri, pintar, populer di kampus)
-          Sinopsis:
 Suatu pagi edwin sedang bersiap-siap di tempat kost nya untuk berangkat  ke kampus. Dia mempersiapkan segalanya dengan sesempurna mungkin, karena edwin adalah tipe lelaki yang perfectionist. Dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Kebetulan hari itu adalah hari yang cukup penting bagi dirinya, karena edwin harus maju presentasi untuk sebuah mta kuliah.

Sebelum berangkat menuju kampus, edwin sengaja mampir sebentar untuk sarapan dengan semangkok bubur ayam kesukaannya yang letaknya tak jauh dari tempat dia kost. Dia makan dengan nikmatnya. Edwin sengaja sarapan yang banyak untuk mempersiapkan tenaganya untuk aktivitasnya hari itu.

Tapi saking asiknya, edwin sampai tidak sadar bahwa hari sudah mulai siang. Setelah edwin menyadarinya, dia langsung buru-buru mengambil semua pepper, makalah dan semua perlengkapan yang edwin butuhkan untuk kuliah di meja tukang bubur.

Edwin berjalan dengan sedikit berlari. Edwin agak repot karena membawa banyak barang. Karena edwin adalah seorang mahasiswa yang cukup terkenal dan disegani, maka sepanjang jalan menuju ke kelasnya, edwin di panggil oleh banyak orang, dari sekedar menyapa, bahkan ada yang sampai memberhentikan dirinya untuk memastikan bahwa edwin akan mengikuti sebuah acara yang sudah mengundangnya jauh-jauh hari untuk menjadi moderator.

Edwin hanya mengiyakan semua pertanyaan dan sapaan tanpa memerhatikannya, karena yang ada di otaknya hanyalah presentasi yang menjadi gilirannya. Di tengah perjalanan tiba- tiba edwin merasakan ada sesuatu di perutnya yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman.

Dia melewati toilet di kampusnya, dan sempat berhenti sejenak untuk memikirkan apa dia harus ke toilet dulu baru ke kelas. Tapi pikiran itu semuanya sirna seketika saat edwin melihat jam yang ada di tangannya. Edwin langsung lari menuju kelasnya.
Sesampainya di depan kelas edwin merapikan penampilannya dan langsung mengetuk pintu kelas.

Di dalam kelas sudah ada dosen yang yang sedang menarangkan sedikit materi sebelum presentasi di mulai. Edwin duduk dengan repot karna barang bawaannya.penampilan yang sudah dia siapkan dari pag hari seakan tidak ada artinya. Meskipun penampilannya sudah di rapihkan kembali oleh erwin tetap saja penampilannya terlihat “kucel”. Karena, sakit perut yang di alaminya sangat mengganggunya dan membuatnya sangat tidak nyaman.

Edwin di tanya oleh teman-temannya yang duduk di dekat bangkunya. Dari menanyakan kenapa telat?, bertanya apakah hari ini giliran edwin yang maju presentasi?, dll. Tapi semua pertanyaan hanya dijawab seadanya(menjawab “YA” atau tersenyum saja) oleh edwin, karena edwin sedang menahan sakit perut yang teramat sangat.

Edwin hanya terdiam dan fokus dengan rasa mules yang dirasakannya dan sama sekali tidak memerhatikan dosen atau keadaan kelas yang sedang terjadi, keringat dingin membasahi tubuh dan wajahnya, wajahnya berubah menjadi pucat, sesekali edwin mengelus perutnya, karena rasa mulesnya sudah sangat menyiksa dirinya.

Ketikadosen memanggil edwin karena tiba waktunya edwin maju untuk presentasi. Edwin bangun dengan terpaksa dari tempat duduknya dengan seluruh perhatian mata menuju dirinya. Mukanya jadi pucat pasi dan keringat dingin di tubuhnya menjadi semakin banyak.

Edwin tetap berusaha seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Dan menahan penampilannya menjadi tetap “COOL” seperti biasanya. Tapi ketika edwin mau melangkahkan kakinya ntuk maju ke depan kelas. Tiba-tiba saja ada suara buang angin dari edwin. Edwin pun langsung mematung. Semuanya terdiam dengan banyak pasang mata yang lari kesana kemari seakan mencari dari mana asalnya sumber bunyi tersebut, dan kemudian suasana menjadi ricuh, karena bau yang di hasilkan kemudian dari gas perut edwin sangat berbau tidak enak. Dengan sikap yang tidak enak dan wajah yang bertambah pucat, edwin langsung meminta izin kepada dosen untuk ke toilet. Edwin pun langsung berlari keluar kelas menuju toilet. Sedangkan keadaan di dalam kelas, hampir seluruh mahasiswa tak terkecuali dosen yang ada di dalam kelas tersebut segera keluar mencari udara segar dengan berbagai macam ekspresi, tak lama edwin keluar dari kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar