-
Judul : mules
-
genre: comedy
-
created by: resti dwi lestari
-
Tokoh dan penokohan: - edwin (ganteng, tinggi,
kaya, mandiri, pintar, populer di kampus)
-
Sinopsis:
Suatu pagi edwin sedang
bersiap-siap di tempat kost nya untuk berangkat
ke kampus. Dia mempersiapkan segalanya dengan sesempurna mungkin, karena
edwin adalah tipe lelaki yang perfectionist. Dari ujung kaki hingga ujung
rambutnya. Kebetulan hari itu adalah hari yang cukup penting bagi dirinya,
karena edwin harus maju presentasi untuk sebuah mta kuliah.
Sebelum berangkat menuju kampus, edwin sengaja mampir sebentar untuk
sarapan dengan semangkok bubur ayam kesukaannya yang letaknya tak jauh dari
tempat dia kost. Dia makan dengan nikmatnya. Edwin sengaja sarapan yang banyak
untuk mempersiapkan tenaganya untuk aktivitasnya hari itu.
Tapi saking asiknya, edwin sampai tidak sadar bahwa hari sudah mulai
siang. Setelah edwin menyadarinya, dia langsung buru-buru mengambil semua
pepper, makalah dan semua perlengkapan yang edwin butuhkan untuk kuliah di meja
tukang bubur.
Edwin berjalan dengan sedikit berlari. Edwin agak repot karena membawa
banyak barang. Karena edwin adalah seorang mahasiswa yang cukup terkenal dan
disegani, maka sepanjang jalan menuju ke kelasnya, edwin di panggil oleh banyak
orang, dari sekedar menyapa, bahkan ada yang sampai memberhentikan dirinya
untuk memastikan bahwa edwin akan mengikuti sebuah acara yang sudah
mengundangnya jauh-jauh hari untuk menjadi moderator.
Edwin hanya mengiyakan semua pertanyaan dan sapaan tanpa memerhatikannya,
karena yang ada di otaknya hanyalah presentasi yang menjadi gilirannya. Di
tengah perjalanan tiba- tiba edwin merasakan ada sesuatu di perutnya yang
membuatnya merasa sangat tidak nyaman.
Dia melewati toilet di kampusnya, dan sempat berhenti sejenak untuk
memikirkan apa dia harus ke toilet dulu baru ke kelas. Tapi pikiran itu
semuanya sirna seketika saat edwin melihat jam yang ada di tangannya. Edwin
langsung lari menuju kelasnya.
Sesampainya di depan kelas edwin merapikan penampilannya dan langsung
mengetuk pintu kelas.
Di dalam kelas sudah ada dosen yang yang sedang menarangkan sedikit
materi sebelum presentasi di mulai. Edwin duduk dengan repot karna barang
bawaannya.penampilan yang sudah dia siapkan dari pag hari seakan tidak ada
artinya. Meskipun penampilannya sudah di rapihkan kembali oleh erwin tetap saja
penampilannya terlihat “kucel”. Karena, sakit perut yang di alaminya sangat
mengganggunya dan membuatnya sangat tidak nyaman.
Edwin di tanya oleh teman-temannya yang duduk di dekat bangkunya. Dari
menanyakan kenapa telat?, bertanya apakah hari ini giliran edwin yang maju
presentasi?, dll. Tapi semua pertanyaan hanya dijawab seadanya(menjawab “YA”
atau tersenyum saja) oleh edwin, karena edwin sedang menahan sakit perut yang
teramat sangat.
Edwin hanya terdiam dan fokus dengan rasa mules yang dirasakannya dan
sama sekali tidak memerhatikan dosen atau keadaan kelas yang sedang terjadi,
keringat dingin membasahi tubuh dan wajahnya, wajahnya berubah menjadi pucat,
sesekali edwin mengelus perutnya, karena rasa mulesnya sudah sangat menyiksa
dirinya.
Ketikadosen memanggil edwin karena tiba waktunya edwin maju untuk
presentasi. Edwin bangun dengan terpaksa dari tempat duduknya dengan seluruh
perhatian mata menuju dirinya. Mukanya jadi pucat pasi dan keringat dingin di
tubuhnya menjadi semakin banyak.
Edwin
tetap berusaha seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Dan menahan penampilannya
menjadi tetap “COOL” seperti biasanya. Tapi ketika edwin mau melangkahkan
kakinya ntuk maju ke depan kelas. Tiba-tiba saja ada suara buang angin dari
edwin. Edwin pun langsung mematung. Semuanya terdiam dengan banyak pasang mata
yang lari kesana kemari seakan mencari dari mana asalnya sumber bunyi tersebut,
dan kemudian suasana menjadi ricuh, karena bau yang di hasilkan kemudian dari
gas perut edwin sangat berbau tidak enak. Dengan sikap yang tidak enak dan
wajah yang bertambah pucat, edwin langsung meminta izin kepada dosen untuk ke
toilet. Edwin pun langsung berlari keluar kelas menuju toilet. Sedangkan
keadaan di dalam kelas, hampir seluruh mahasiswa tak terkecuali dosen yang ada
di dalam kelas tersebut segera keluar mencari udara segar dengan berbagai macam
ekspresi, tak lama edwin keluar dari kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar