RANGKUMAN
KULIAH
Berita TV
(dari buku Jurnalistik TV, Arifin S. Harahap)
(dari buku Jurnalistik TV, Arifin S. Harahap)
Berita TV adalah laporan tentang fakta peristiwa atau
pendapat manusia atau kedua-duanya yang disertai gambar (visual) aktual,
menarik, berguna dan disiarkan melalui media massa televisi secara periodik.
- Berita fakta peristiwa: laporan tentang segala sesuatu peristiwa sebagaimana adanya. Mis: kebakaran, bencana alam, dan kecelakaan.
- Berita fakta pendapat: laporan tentang pernyataan/ pendapat manusia mengenai segala sesuatu yang sedang aktual. Mis: pendapat pakar mengenai dampak kenaikan harga BBM
- Berita fakta peristiwa dan fakta pendapat: laporan tentang sesuatu peristiwa yang terjadi dan pendapat manusia yang berkompeten mengenai fakta peristiwa tersebut.
Berita (J.B. Wahyudi )
Berita
adalah laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai penting,
menarik bagi sebagian khalayak, masih baru dan dipublikasikan melalui media massa periodik.
Soren H. Munhoff
(The Five Star Approach to News Writing)
(The Five Star Approach to News Writing)
•
Accuracy, brevity, clarity,
simplicity, sincerity
•
Penulisan
naskah jurnalistik harus tepat, ringkas, jelas, sederhana dan dapat dipercaya
RUMUS 5 C UNTUK PENULISAN BERITA TV
- Conversational (gaya bahasa bertutur spt percakapan sehari-hari)
- Clear (Jelas). Batasi kalimat untuk satu gagasan saja.
- Concise (Ringkas/ Singkat).Tulis kalimat-kalimat yang pendek.
- Compelling. Tulislah kalimat dalam bentuk kalimat aktif.
5.
Cliche Free (Bebas Kata Klise)
Kalimat atau pernyataan klise adalah pernyataan yang sudah terlalu
sering digunakan di media. Pernyataan klise mungkin tidak akurat dan salah
arah, namun harus diakui, banyak reporter merasa sulit menghindari pernyataan
klise seperti ini.
Contoh kalimat klise untuk penutup berita: "Kasus itu masih dalam penyelidikan." Kalimat klise seperti ini bisa dibilang tidak memberi informasi tambahan apapun kepada pemirsa.
Maka, kalimat klise ini sebaiknya diganti dengan yang lebih informatif. Misalnya: "Polisi sampai hari ini masih belum mengetahui penyebab kecelakaan. Polisi mengharapkan, hasil penyidikan akan dapat diungkapkan hari Jumat besok.
Bahasa tutur
Bahasa tutur lebih bersifat informal,
dalam arti struktur kalimatnya berbeda dengan struktur bahasa formal.
Biasanya struktur bahasa yang
dipergunakan presenter berita bersifat formal. Sedangkan struktur bahasa yang
dipergunakan reporter penyaji berita bersifat informal.
1. Gaya penulisan dalam naskah
berita televisi
Naskah sebaiknya ditulis dengan gaya
penulisan yang ringan dan bahasa yang sederhana.
Stasiun televisi CNN menyatakan bahwa
berita itu harus : “to be understood by
the truck driver while not insulting the professor’s intelegence,” (berita
harus dapat dimengerti oleh sopir truk namun tanpa harus merendahkan kecerdasan
profesor)
- Kalimat dalam naskah
•
Satu kalimat maksimal terdiri dari 20 kata
•
Satu
kalimat satu gagasan atau pemikiran
•
Hindari
anak kalimat
•
Ubah
gaya bahasa
birokrat dan militer menjadi ungkapan lugas
•
Mudah
dimengerti oleh masyarakat luas
- Prinsip ekonomi kata
•
Gunakan kata-kata secara efektif dan efisien
•
Pada konteks tertentu, hindari kata atau ungkapan yang
mubazir.
4. Hindari redudensi
Jangan
menjelaskan lagi apa yang sudah jelas
5. Gunakan kata atau ungkapan yang
lebih pendek
Misalnya: Menggelar aksi unjuk rasa =
berunjuk rasa
6. Gunakan kalimat positif
Misalnya: Tidak menepati janji =
ingkar janji
7. Gunakan kata atau ungkapan sederhana
dan biasa didengar masyarakat
luas
Misalnya: Percepatan… bukan
akselerasi
8. Hindari
penggunaan kata-kata asing
Jika istilah asing yang bersifat
teknis terpaksa digunakan, istilah tersebut
harus dijelaskan artinya.
9. Penggunaan
kata “diberitakan” atau “dilaporkan”
Jika berita diperoleh dari sumber lain spt kantor berita, suratkabar
atau
radio maka sebaiknya menggunakan
kata “diberitakan” atau
“dilaporkan” dan pada kalimat
selanjutnya disebutkan sumbernya.
10. Gunakan kata-kata atau ungkapan
kongkret.
•
Kata atau ungkapan kongkret akan memberikan kesan lebih
kuat, obyektif dan terukur.
•
Sedangkan kata-kata atau ungkapan abstrak bersifat
subyektif karena menggunakan kata-kata sifat atau keterangan.
11. Jangan terlalu banyak menuliskan
angka-angka
Jika harus menuliskan banyak angka, maka sebaiknya ditulis dalam
grafis.
Penulisan Angka
•
0
– 11 ditulis dengan huruf
•
12
– 999 ditulis dengan angka
•
Di atas 999 ditulis dengan gabungan antara angka dan
huruf
Contoh:
500.750 ditulis 500 ribu 750
498.270 ditulis sekitar 500 ribu,
kira-kira 500 ribu atau hampir 500 ribu
+++++++++++++++++OOOOOOOOOO++++++++++++++++++
Lead (Andrew Boyd)
-
The
first sentence or paragraph of the story (news item) and also the most
important.
-
Its
function: 1. state the most significant
point
2. grab attention
3. whet the
appetite
4. signpost the
way into the rest of the story
Intro (Lead) Menurut Morrisan, M.A.
•
Intro merupakan rangkuman dari seluruh unsur
terpenting dari suatu berita dengan latar belakang dan konteks yang diperlukan.
Intro sebisa mungkin harus mengandung hampir
seluruh unsur terpenting suatu berita, yang mencakup 5W (what, where, when,
why dan who). Tubuh berita berfungsi untuk menguraikan unsur how
yang belum dijelaskan dalam Intro.
-
Setidaknya terdiri dari
minimal tiga kalimat pendek atau maksimal lima kalimat pendek.
-
Jumlah kata dalam lead sebaiknya berkisar antara 20
sampai 30 kata.
-
Bagian terpenting dari sebuah
Intro adalah kalimat pertama (top line = baris teratas). Baris pertama
menyuguhkan informasi terbaru dari sebuah berita.
Tipe-tipe Intro ditinjau dari
teknik penulisannya
- Hard intro
- Soft intro
- Intro sapaan
- Intro pertanyaan
- Intro payung
- Intro humor
1. Hard Intro :
•
Tipe intro yang langsung menyampaikan informasi
paling penting mengenai suatu kejadian.
•
Intro ini langsung masuk ke inti berita dan
memasukkan sebagian besar informasi yang paling penting.
•
Biasa digunakan utk berita
langsung.
Contoh
-
LIMA ANGGOTA KELUARGA TEWAS
DIBUNUH DI RUMAHNYA DI RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR PAGI TADI//
-
MULAI BESOK HARGA BAHAN BAKAR
MINYAK NAIK 25 PERSEN// PEMERINTAH MENGUMUMKANNYA HARI INI SEHUBUNGAN DENGAN
TEKANAN I-M-F AGAR SUBSIDI B-B-M DIKURANGI//
2 Soft Intro
•
Bentuk intro yang biasanya digunakan untuk feature.
•
Lead seperti ini tidak
langsung ke inti beritanya tetapi hanya memberikan perspektifnya dengan
menunjukkan dampak dari inti ceritanya.
Contoh
PEMERIKSAAN DINI MERUPAKAN
KUNCI UTAMA PENCEGAHAN KEMATIAN AKIBAT PENYAKIT KANKER// KARENA ITU/ TEKNIK
BARU UNTUK MENGETAHUI DENGAN CEPAT ADANYA JARINGAN KANKER SANGATLAH PENTING//
3. Intro
sapaan
•
Lead dimana seolah-olah
presenter berbicara langsung kepada pemirsa dengan menyebutkan kata sapaan
“Anda.”
•
Intro ini juga masuk kategori soft intro dan
sering digunakan untuk features.
Contoh:
BELUM KE YOGYAKARTA NAMANYA
JIKA ANDA TIDAK BERKUNJUNG KE MALIOBORO// DI SEPANJANG JALAN MALIOBORO INI ANDA
AKAN MENEMUKAN PARA PENJUAL CENDERA MATA DAN BERBAGAI BARANG LAINNYA YANG
BANYAK DIMINATI WISATAWAN//
4. Intro
Pertanyaan
•
Intro yang berbentuk kalimat tanya.
Misalnya:
Anda ingin tau apa kegiatan para selebritis yang sudah pensiun dari layar kaca?
5. Intro
Payung (Umbrella Intro)
Contoh
MUSIM KERING YANG PANJANG
TELAH MENIMBULKAN PERSOALAN BESAR DI BEBERAPA DAERAH// DI SUMATERA/ KABUT ASAP
MENGHALANGI PANDANGAN DAN MENGGANGGU KESEHATAN WARGA// DI JAWA/ RIBUAN HEKTAR
SAWAH TERPAKSA PUSO/ SEDANGKAN DI KALIMANTAN/ HUTAN DAN LAHAN TERBAKAR//
6. Intro
Humor dan Kejutan
•
Menggunakan kata-kata humor
atau kata-kata yang mengejutkan untuk berita ringan, lucu dan mengagetkan.
•
Misalnya untuk laporan
mengenai hewan yang lucu, lomba panjat pinang dan kejadian tak terduga.
Tips untuk menulis Lead
(dari buku Television News by Usman KS)
(dari buku Television News by Usman KS)
- Pikirkan lebih dulu apa yang akan Anda tulis pada Lead. Pahami peristiwanya agar Anda dapat menulis lead yang menarik orang menonton tayangan berita televisi. Berpikir sebelum menulis lead membantu kita mengidentifikasi fakta-fakta penting dan menjaga berita kita terbingkai dengan jelas.
- Tulis lead yang mengandung fakta baru yang menarik bagi pemirsa. Jika pemirsa sudah mengetahui fakta yang disampaikan dalam lead, dia tidak akan melanjutkan menonton berita kita.
- Tulislah lead yang mengandung unsur manusiawi (human interest).
Lead
manusiawi adalah lead yang menjadikan manusia sebagai subyek berita.
Jika Anda meliput suatu peristiwa,
tulislah lead yang mengisahkan dampak
peristiwa itu terhadap manusia.
- Tulislah lead yang tegas, tidak mengambang. Lead yang samar-samar dan tidak
tegas bisa terdengar datar di telinga
pemirsa. Lead datar
tentu tidak menarik,
padahal fungsi lead adalah menarik
perhatian pemirsa.
5. Tulislah lead yang menggambarkan garis
besar berita kita.
Jadi dalam berita televisi, lead tidak
harus memuat semua unsur berita (5W+1H).
Memasukkan semua unsur membuat lead
terlalu detil. Ini bisa membuat pemirsa
sulit memahami suatu peristiwa, bahkan
bisa membuat pemirsa bingung.
Detil berita bisa ditulis di tubuh berita.
++++++++++++++OOOOOOOO++++++++++++++
FORMAT BERITA TELEVISI
Berita di media televisi
dapat disiarkan dalam berbagai format. Untuk menentukan format mana yang akan dipilih, tergantung pada
beberapa faktor.
Faktor-faktor itu antara
lain ketersediaan gambar.
Jika gambar yang dimiliki
sangat terbatas, reporter sulit menulis naskah berita yang panjang. Maka berita
dibuat dalam format lebih singkat dan padat, atau dibuat dalam format tanpa
gambar sama sekali. Momen terjadinya peristiwa atau perkembangan peristiwa yang
akan diberitakan.
Perkembangan terkini dari
suatu peristiwa baru sampai ke producer, ketika siaran berita sedang
berlangsung. Sedangkan perkembangan itu terlalu penting untuk diabaikan. Jika
ditunda terlalu lama, perkembangan terbaru pun menjadi basi, atau stasiun TV
lain (kompetitor) akan menayangkannya terlebih dahulu.
Format Berita Televisi
(versi Drs. Arifin S. Harahap, Msi)
(versi Drs. Arifin S. Harahap, Msi)
- Reader
- Voice Over (VO)
- VO – Grafik
- Sound On Tape (SOT)
- Voice Over – Sound On Tape (VO-SOT)
- Package (PKG)
- Live on Cam
8.
Live on Tape (LOT)
9.
Live by Phone
10. Phone Record
11. Visual News (Note:
Usman Ks menggunakan istilah VO tanpa narasi)
Format Berita Televisi
(versi Morrisan, M.A)
(versi Morrisan, M.A)
•
Reader
(RDR)
•
Voice
Over (VO)
•
Reader
– Sound on Tape (RDR-SOT)
•
Voice
Over – Sound on Tape (VO-SOT)
•
Reader
– Grafis (RDR-Grafis)
•
Paket
(Package/ PKG)
•
Breaking
News
•
Laporan Langsung
•
Laporan Khusus
- Reader
Ini adalah format berita
TV yang paling sederhana, hanya berupa lead in yang dibaca presenter. Berita
ini sama sekali tidak memiliki gambar ataupun grafik. Hal ini dapat terjadi
karena naskah berita dibuat begitu dekat dengan saat deadline, dan tidak sempat
dipadukan dengan gambar.
Bisa juga, karena perkembangan peristiwa baru sampai ke tangan redaksi, ketika siaran berita sedang berlangsung. Maka perkembangan terbaru ini pun disisipkan di tengah program siaran. Beritanya dapat berhubungan atau tidak berhubungan dengan berita yang sedang ditayangkan.
•
Seluruh narasinya dibacakan oleh presenter.
•
Format berita ini seolah hanya
terdiri atas lead, tidak ada gambar peristiwa atau wawancara.
•
Istilah lain: “berita copy” dan “in vision only”
(Morrisan, M.A)
Reader
ditulis dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita penting;
•
Sudah dicek kebenarannya;
•
Gambar belum tersedia
•
Peristiwanya terjadi menjelang atau saat program
berita tengah mengudara;
•
Durasi maksimal 60 detik
•
Laporan dalam format ini dapat
dimulai dengan kalimat:
- “Baru saja kami terima berita (bahwa)……”
- “Kami baru saja menerima laporan
(bahwa)....”
Dan diakhiri dengan kalimat:
“Kami akan menyampaikan perkembangan selanjutnya segera setelah kami menerima
informasi terbaru.”
- Voice Over
Format berita televisi yang
terdiri atas naskah dan gambar, yang seluruh naskahnya (lead dan tubuh
berita) dibaca oleh presenter.
Natsound (natural sound,
suara lingkungan) yang terekam dalam gambar bisa dihilangkan. Tetapi, biasanya
natsound tetap dipertahankan, untuk membangun suasana dari peristiwa yang
diberitakan. Sebelum menulis naskah berita, tentu Reporter harus melihat dulu
gambar yang sudah diperoleh, karena tetap saja narasi yang ditulis harus cocok
dengan visual yang ditayangkan.
Istilah lain: out of vision (OOV) atau
underlay. (Morrisan, M.A)
Voice
Over ditulis dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita;
•
Data yang tersedia terbatas;
•
Gambar yang tersedia datar dan kurang dramatis;
•
Durasi antara 20 – 30 detik
•
VO terkadang diakhiri dengan Tag (on cam
presenter) mengenai perspektif atau latar belakang berita tersebut.
(Morrisan, M.A)
3. VO -
Grafik
•
Format berita TV yang lead dan tubuh
beritanya seluruhnya dibacakan oleh presenter.
•
Saat penyiar membacakan tubuh berita, gambar
pendukungnya hanya berupa grafik dan tulisan.
•
Morrisan, M.A dan Usman Ks sama-sama menggunakan
istilah Reader-Grafis (RDR-GRF)
VO-Grafik ditulis dgn ketentuan
•
Memiliki nilai berita besar;
•
Gambar belum tersedia;
•
Memiliki data yang cukup;
•
Durasi maksimal 60 detik,
kecuali beritanya sangat penting.
Fungsi Grafis
- Menggantikan gambar yang belum tersedia pada saat berita itu ditayangkan.
- Membantu menjelaskan data-data rumit, seperti jumlah, daftar, pasal undang-undang atau data lokasi.
- Bisa berupa gambar/ peta lokasi peristiwa, daftar nama korban, atau yang berkaitan dengan angka.
Saran ttg penggunaan Grafik
Jangan memuat terlalu banyak informasi dalam grafik
karena waktu tayang sebuah grafik biasanya cukup singkat.
4. Sound On Tape (SOT)
•
Format berita TV yang hanya berisi lead dan
pernyataan/ pendapat nara
sumber.
•
Presenter
hanya membacakan lead-nya, kemudian diikuti dengan pernyataan/ pendapat nara sumber.
•
Usman
KS dlm
bukunya Television News menyebut format ini sbg Reader-Sound On Tape.
•
Morrisan, M.A juga menggunakan istilah Reader-
Sound on Tape (RDR-SOT)
Format SOT ditulis dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita;
•
Pernyataan yang dikemukakan narsum lebih penting
disiarkan daripada ditulis dalam bentuk narasi;
•
Format ini bisa dibuat sebagai
pelengkap berita sebelumnya tetapi bisa juga berdiri sendiri;
•
Durasi maksimal 60 detik,
kecuali pernyataan itu sangat penting.
SOT - Tag
•
Berdasarkan standar internasional, berita yang
berakhir dengan SOT sebaiknya ditutup dengan tag.
•
Tag
adalah tambahan berita yang melengkapi pernyataan atau SOT narsum.
•
Tag
dibaca oleh presenter setelah narsum menyampaikan pernyataannya.
5. Voice Over – Sound on Tape (SOT)
•
VO-SOT adalah format berita TV yang memadukan
antara Voice Over dengan Sound on Tape.
•
Lead
dan tubuh berita dibaca oleh penyiar.
•
Pada akhir berita dimunculkan SOT narsum sebagai
pelengkap berita yg telah dibacakan tadi.
VO-SOT disusun dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita;
•
Gambar yang tersedia kurang menarik dan dramatis;
•
Ada
bagian pernyataan narsum (SOT) yang perlu ditonjolkan untuk melengkapi narasi
di akhir berita;
•
Durasi maks. 60 detik (40 dtk
VO dan 20 dtk SOT).
Saran-saran
Pada saat menulis naskah untuk
VO, jangan mengulangi kata-kata yang sama sebagaimana diucapkan oleh narsum
dalam soundbite-nya.
6. Package (PKG)
Package adalah format
berita TV yang hanya lead in-nya yang dibacakan oleh presenter, tetapi isi
berita merupakan paket terpisah, yang ditayangkan begitu presenter selesai
membaca lead in. Paket berita sudah dikemas jadi satu kesatuan yang utuh dan
serasi antara gambar, narasi, soundbite, dan bahkan grafis. Lazimnya tubuh
berita ditutup dengan narasi.
Format ini dipilih jika data yang diperoleh sudah lengkap, juga gambarnya dianggap cukup menarik dan dramatis. Kalau dirasa penting, reporter dapat muncul dalam paket berita tersebut (stand up) pada awal atau akhir berita. Durasi maksimal total sekitar 2 menit 30 detik.
•
Pada bagian tubuh berita
disisipkan SOT narsum dan berita ditutup dengan narasi.
Package
disusun dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita;
•
Data yang diperoleh sudah lengkap (termasuk soundbites)
•
Gambar menarik dan dramatis;
•
Jika gambar memiliki atmosphere/ natural sound yang
menarik dan drama
7. Live
on Cam (Laporan Langsung -- versi
Morrisan, M.A)
•
Format berita TV yang
pelaporannya langsung dari lapangan atau lokasi peristiwa.
•
Sebelum reporter menyampaikan laporannya, presenter
lebih dulu membacakan lead dan kemudian menghubungi reporter utk menyampaikan
laporannya.
•
Dalam laporan langsung, reporter juga bisa
mewawancarai seorang narsum yang benar-benar mengetahui masalahnya.
Live
on Cam dilakukan dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita yang besar atau luar biasa;
•
Peristiwanya masih berlangsung saat program berita
masih “on air”;
•
Jika peristiwanya sudah berlangsung, harus ada ada
bukti-bukti yang patut ditunjukkan kepada pemirsa;
•
Peliputannya terencana;
•
Durasi dpt disesuaikan dgn kebutuhan.
8. Live
on Tape (LOT)
•
Format berita yang menayangkan laporan yang direkam
langsung di lokasi kejadian, namun penyiarannya ditunda (delayed).
LOT
dilaksanakan dgn ketentuan;
•
Memiliki nilai berita kuat;
•
Ingin menunjukkan bhw reporter meliput langsung di
lokasi peristiwa;
•
Tidak mungkin disiarkan secara langsung dengan
berbagai pertimbangan teknis dan biaya sewa satelit;
•
Aktualitas dpt terjaga meski
siarannya tunda;
•
Durasi sesuai kebutuhan, tapi hrs lbh singkat
daripada Live on Cam.
9. Live by
Phone
•
Format berita TV yang
disiarkan secara langsung dari lokasi peristiwa dengan menggunakan telepon ke
studio.
•
Lead dibaca oleh presenter kemudian memanggil
reporter untuk menyampaikan laporannya.
Live
by Phone dilakukan dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita yang harus segera disiarkan;
•
Tidak mungkin siaran langsung dengan pertimbangan
teknis;
•
Gambar belum tersedia atau sudah dikirim melalui
video streaming, Telkom atau Indosat;
•
Wajah reporter dimunculkan
melalui foto agar pemirsa mengetahuinya;
•
Pada saat melaporkan dpt
di-insert grafis karena gambar sesungguhnya belum tersedia;
•
Durasi antara 40 – 60 detik.
10. Phone
Record
•
Format berita TV yang menggunakan rekaman telepon
dengan reporter secara langsung dari lokasi kejadian, tetapi penyiarannya
dilakukan secara tunda.
•
Format ini jarang sekali digunakan; dan hanya
digunakan bila sebelumnya sudah diperkirakan akan ada gangguan teknis pada saat
laporan langsung.
Phone Record dilaksanakan:
•
jika gambar belum tersedia;
•
Wajah reporter dimunculkan dalam foto agar pemirsa
mengetahuinya;
•
Pada saat laporan, dapat
di-insert grafis untuk menggantikan gambar;
•
Durasi antara 40 – 60 detik.
11. Visual News
•
Format berita TV yang hanya menyajikan
gambar-gambar menarik dan dramatis.
•
Presenter membacakan lead, kemudian VTR man segera
memutar video gambar yang disiapkan redaksi.
•
Usman
KS dlm
bukunya Television News menyebut format ini sebagai “VO-tanpa narasi”.
Visual
News dilaksanakan:
•
Gambar menarik, dramatis dan
jika dirangkai dpt bercerita secara kronolgis;
•
Gambar memiliki atmosphere/ natural sound seperti
suara teriakan-teriakan manusia.
•
Durasi bisa mencapai tiga
menit atau sesuai kebutuhan.
12. Breaking News
-
Berita yang sangat penting dan harus segera
disiarkan, bila memungkinkan bersamaan dengan terjadinya peristiwa tersebut.
-
Merupakan berita yang tidak terjadwal karena bisa
terjadi kapan saja.
-
Durasi mulai dari dua menit
hingga tak terbatas.
++++++++++++++++++OOOOOOOOO+++++++++++++++++
LATIHAN
Data
yg diperoleh:
-
Gempa dan tsunami melanda kawasan Pangandaran, Ciamis,
Jawa Barat
-
Waktu 15.30 WIB
-
Informasi
awal yang diterima menyebutkan 213 orang tewas, puluhan hilang, dan ratusan
luka-luka.
-
Lebih dari seribu bangunan rusak.
-
Kekuatan gempa 7.7 skala Richter
Pertimbangan:
-
Gambar belum diperoleh tetapi karena berita ini
menyangkut nyawa manusia, jadi perlu segera disiarkan.
-
Tidak
ada waktu untuk membuat grafis
-
Dalam kondisi seperti ini, kita susun berita dalam format
Reader (RDR)
- Format: READER
VISUAL
|
NARASI
|
PRESENTER
|
SETIDAKNYA
50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA
AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/
JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//
GEMPA
DAN TSUNAMI JUGA MERUSAK LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN// PETUGAS SAAT INI TENGAH
MENGEVAKUASI PARA KORBAN// (END)
|
Tetapi jika bagian grafis sudah membuat peta lokasi
berdasarkan informasi awal seperti di atas, berita sebaiknya disusun dalam
format VO-GRAFIS.
2. VO-GRAFIS
VISUAL
|
NARASI
|
PRESENTER
(ROLL GRAF)
GRAFIS LOKASI GEMPA (PANTAI PANGANDARAN, CIAMIS, DALAM
PETA JAWA BARAT)
DILENGKAPI
WAKTU KEJADIAN, JUMLAH KORBAN TEWAS, LUKA MAUPUN HILANG.
|
LEAD
IN:
SETIDAKNYA
50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA
AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/
JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//
(ROLL
GRAF)
MENURUT
PETUGAS/ KORBAN TEWAS MAUPUN LUKA ADALAH AKIBAT TERTIMPA BANGUNAN ATAU TENGGELAM//
PETUGAS MENDUGA BANYAK KORBAN HILANG KARENA TERSERET ARUS GELOMBANG TSUNAMI//
PETUGAS
MASIH TERUS BERUPAYA MENGEVAKUASI PARA
KORBAN TEWAS MAUPUN LUKA-LUKA//
PETUGAS
JUGA BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG HILANG// (END)
|
Kemudian
kita mendapat gambar dampak dari peristiwa tersebut.
-
Ada gambar korban tewas dan
korban luka-luka di rumah sakit.
-
Ada gambar kerusakan bangunan
akibat gempa dan terjangan tsunami.
-
Di
sejumlah bangunan yang runtuh, petugas terlihat mengais reruntuhan untuk
mencari korban.
-
Juru kamera juga tak lupa mengambil gambar suasana di
bibir pantai.
Dengan bekal gambar-gambar seperti itu, kita bisa membuat
berita dalam format Voice Over (VO)
3. Format Voice
Over (VO)
VISUAL
|
NARASI
|
PRESENTER
(ROLL
VO)
GAMBAR
KORBAN TEWAS
GAMBAR
KORBAN LUKA
GAMBAR
BANGUNAN RUNTUH
GAMBAR SUASANA PANTAI
|
LEAD IN:
SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG
DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG
PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU
INDONESIA BARAT//
(ROLL
VO)
SEBAGIAN
KORBAN TEWAS DIEVAKUASI KE RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS//
MENURUT
PETUGAS/ KORBAN TEWAS AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN ATAU TENGGELAM//
BANYAK KORBAN LUKA YANG JUGA DIEVAKUASI DAN MENDAPAT
PERAWATAN DI R-S-U-D CIAMIS//
MENURUT
PETUGAS RUMAH SAKIT/ SEBAGIAN BESAR KORBAN MENDERITA PATAH KAKI ATAU TANGAN
AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN//
PETUGAS
MEMPERKIRAKAN/ LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN RUSAK//
PETUGAS
JUGA MASIH TERUS BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG MUNGKIN TERTIMBUN RERUNTUHAN
BANGUNAN//
SELAIN
KORBAN TEWAS DAN LUKA-LUKA/ BANYAK KORBAN YANG HILANG// PETUGAS MENDUGA/
KORBAN HILANG AKIBAT TERSERET GELOMBANG TSUNAMI/// (END)
|
Dalam
peristiwa yang sama, reporter berhasil mewawancarai salah satu korban luka.
Dengan bekal wawancara ini, kita bisa membuat berita dengan format Voice Over –
Sound on Tape (VO-SOT).
4. Format VO-SOT
VISUAL
|
NARASI
|
PRESENTER
(ROLL
VO)
GAMBAR
KORBAN TEWAS
GAMBAR
KORBAN LUKA
GAMBAR
BANGUNAN RUNTUH
GAMBAR SUASANA PANTAI
(ROLL SOT: SODIKIN NURSA/ KORBAN)
PRESENTER
|
LEAD IN:
SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG
DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG
PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU
INDONESIA BARAT//
(ROLL
VO)
SEBAGIAN
KORBAN TEWAS DIEVAKUASI KE RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS//
MENURUT
PETUGAS/ KORBAN TEWAS AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN ATAU TENGGELAM//
BANYAK KORBAN LUKA YANG JUGA DIEVAKUASI DAN MENDAPAT
PERAWATAN DI R-S-U-D CIAMIS//
MENURUT
PETUGAS RUMAH SAKIT/ SEBAGIAN BESAR KORBAN MENDERITA PATAH KAKI ATAU TANGAN
AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN//
PETUGAS
MEMPERKIRAKAN/ LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN RUSAK//
PETUGAS
JUGA MASIH TERUS BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG MUNGKIN TERTIMBUN RERUNTUHAN
BANGUNAN//
SELAIN
KORBAN TEWAS DAN LUKA-LUKA/ BANYAK KORBAN YANG HILANG// PETUGAS MENDUGA/
KORBAN HILANG AKIBAT TERSERET GELOMBANG TSUNAMI//
(ROLL
SOT: SODIKIN NURSA/ KORBAN)
“Waktu gempa saya sedang di pantai. Tak berapa lama
setelah gempa, ada gelombang besar. Saya berlari dan berlindung dekat sebuah
bangunan. Tapi tiba-tiba ada bagian bangunan yang runtuh menimpa saya.”
--------------------TAG----------------------
PEMERINTAH
DAERAH KABUPATEN CIAMIS MENYATAKAN/ AKAN MEMBEBASKAN BIAYA PERAWATAN PARA KORBAN/// (END
|
Dalam perkembangan selanjutnya, Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono mengeluarkan pernyataan mengenai gempa dan tsunami di Pangandaran. Pernyataan seorang presiden
tentang peristiwa aktual tentu sangat kuat. Kita bisa menuliskan beritanya
dalam format Sound On Tape (SOT)
Note:
Morissan, M.A dan Usman Ks mengunakan istilah Reader-Sound on Tape (RDR-SOT)
5. Format Sound on Tape (SOT)
VISUAL
|
NARASI
|
PRESENTER
(ROLL SOT: SUSILO BAMBANG YUDHOYONO/ PRESIDEN RI)
PRESENTER
|
LEAD
IN:
PRESIDEN
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENYATAKAN/
PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA IKUT BERDUKA ATAS BANYAKNYA KORBAN
YANG TEWAS DALAM BENCANA TERSEBUT//
(ROLL SOT: SUSILO BAMBANG YUDHOYONO/ PRESIDEN RI)
“Saya menyatakan bencana gempa dan tsunami di
Pangandaran sebagai bencana nasional. Sore ini juga saya akan berangkat ke
lokasi kejadian. Pemerintah sudah menganggarkan dana untuk membantu para
korban dan memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak.”
----------------------TAG-------------------
PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENAMBAHKAN/ IA TELAH
MEMERINTAHKAN PEMDA SETEMPAT UNTUK MEMPRIORITASKAN PENANGANAN TERHADAP
KORBAN-KORBAN LUKA/// (END)
|
++++++++++++++OOOOO++++++++++++++
Stand Up
Reporter membacakan laporan secara langsung di
lapangan dan juru kamera merekamnya.
Kapan stand up dilakukan?
•
Stand
up penting dilakukan untuk berita-berita besar dan
menarik.
•
Langkah ini dapat mengangkat
kredibilitas seorang reporter maupun stasiun TV-nya.
•
Stand
up juga biasanya dilakukan jika reporter melakukan
liputan di luar negeri.
•
Langkah ini memberikan
kebanggaan bagi reporter maupun stasiun TV tempatnya bekerja.
Berapa kali stand up?
•
Reporter dapat melakukan stand up di awal
atau akhir berita.
•
Bisa juga dua kali: di awal
dan di akhir berita.
•
Di akhir berita, reporter
menutup berita dengan menyebut namanya, nama juru kamera, stasiun TV-nya dan
nama tempat melaporkan beritanya.
Alasan Stand Up
•
Memuaskan pemirsa.
•
Memperlihatkan faktualitas.
•
Mengejar aktualitas.
•
Memperlihatkan how to (memperlihatkan cara
kerja atau penjelasan tentang profesi tertentu)
•
Menjadi bukti otentik.
•
Mendekatkan emosi pemirsa.
•
Hasil stand up tidak boleh cacat.
•
Kalau saat merekam stand up ada yang kurang
sempurna, maka harus diulang sampai sempurna.
Tips untuk melakukan stand up:
•
Sebelum melakukan stand up, reporter
sebaiknya membuat catatan tentang apa yang akan dikemukakan dan berusaha
memahaminya.
•
Saat melakukan stand up jangan terpaku pada
kalimat-kalimat yang telah disusun dalam catatan.
•
Upayakan berimprovisasi agar tidak kelihatan kaku.
•
Jangan mengeluarkan kata-kata makian jika salah
membacakan kalimat atau melafalkan kata.
•
Jangan terlihat tegang, tapi bersikaplah wajar.
•
Reporter harus mampu menguasai perasaan, suara dan
hal psikis lainnya saat dia menyampaikan laporannya.
•
Eye
contact antara reporter dengan pemirsa harus tetap
terjaga.
•
Cek peralatan (kamera, mic,
kabel, lampu)
•
Jika tidak memakai baju
seragam, pakaian jangan sampai terlihat norak dan tidak enak dipandang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar