PENULISAN NASKAH BERITA TELEVISI
Berita TV
(dari buku Jurnalistik TV, Arifin S. Harahap)
(dari buku Jurnalistik TV, Arifin S. Harahap)
Berita TV adalah laporan tentang fakta peristiwa atau
pendapat manusia atau kedua-duanya yang disertai gambar (visual) aktual,
menarik, berguna dan disiarkan melalui media massa televisi secara periodik.
- Berita fakta peristiwa: laporan tentang segala sesuatu peristiwa sebagaimana adanya. Mis: kebakaran, bencana alam, dan kecelakaan.
- Berita fakta pendapat: laporan tentang pernyataan/ pendapat manusia mengenai segala sesuatu yang sedang aktual. Mis: pendapat pakar mengenai dampak kenaikan harga BBM
- Berita fakta peristiwa dan fakta pendapat: laporan tentang sesuatu peristiwa yang terjadi dan pendapat manusia yang berkompeten mengenai fakta peristiwa tersebut.
Berita (J.B. Wahyudi )
Berita adalah
laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai penting, menarik
bagi sebagian khalayak, masih baru dan dipublikasikan melalui media massa
periodik.
Soren H. Munhoff
(The Five Star Approach to News Writing)
(The Five Star Approach to News Writing)
•
Accuracy, brevity, clarity,
simplicity, sincerity
•
Penulisan
naskah jurnalistik harus tepat, ringkas, jelas, sederhana dan dapat dipercaya
RUMUS 5 C UNTUK PENULISAN BERITA TV
- Conversational (gaya bahasa bertutur spt percakapan sehari-hari)
- Clear (Jelas). Batasi kalimat untuk satu gagasan saja.
- Concise (Ringkas/ Singkat).Tulis kalimat-kalimat yang pendek.
- Compelling. Tulislah kalimat dalam bentuk kalimat aktif.
5. Cliche
Free (Bebas Kata
Klise)
Kalimat atau pernyataan klise adalah
pernyataan yang sudah terlalu sering digunakan di media. Pernyataan klise
mungkin tidak akurat dan salah arah, namun harus diakui, banyak reporter merasa
sulit menghindari pernyataan klise seperti ini.
Contoh kalimat klise untuk penutup berita: "Kasus itu masih dalam penyelidikan." Kalimat klise seperti ini bisa dibilang tidak memberi informasi tambahan apapun kepada pemirsa.
Contoh kalimat klise untuk penutup berita: "Kasus itu masih dalam penyelidikan." Kalimat klise seperti ini bisa dibilang tidak memberi informasi tambahan apapun kepada pemirsa.
Maka, kalimat klise ini sebaiknya diganti dengan yang lebih informatif. Misalnya: "Polisi sampai hari ini masih belum mengetahui penyebab kecelakaan. Polisi mengharapkan, hasil penyidikan akan dapat diungkapkan hari Jumat besok.
Bahasa tutur
Bahasa
tutur lebih bersifat informal, dalam arti struktur kalimatnya berbeda dengan
struktur bahasa formal.
Biasanya
struktur bahasa yang dipergunakan presenter berita bersifat formal. Sedangkan
struktur bahasa yang dipergunakan reporter penyaji berita bersifat informal.
1. Gaya penulisan dalam naskah berita televisi
Naskah sebaiknya ditulis dengan gaya
penulisan yang ringan dan bahasa yang sederhana.
Stasiun
televisi CNN menyatakan bahwa berita itu harus : “to be understood by the truck driver while not insulting the
professor’s intelegence,” (berita harus dapat dimengerti oleh sopir truk
namun tanpa harus merendahkan kecerdasan profesor)
- Kalimat dalam naskah
•
Satu kalimat maksimal terdiri dari 20 kata
•
Satu
kalimat satu gagasan atau pemikiran
•
Hindari
anak kalimat
•
Ubah
gaya bahasa
birokrat dan militer menjadi ungkapan lugas
•
Mudah
dimengerti oleh masyarakat luas
- Prinsip ekonomi kata
•
Gunakan kata-kata secara efektif dan efisien
•
Pada konteks tertentu, hindari kata atau ungkapan yang
mubazir.
4. Hindari redudensi
Jangan
menjelaskan lagi apa yang sudah jelas
5. Gunakan kata atau
ungkapan yang lebih pendek
Misalnya: Menggelar aksi unjuk rasa =
berunjuk rasa
6. Gunakan kalimat
positif
Misalnya: Tidak menepati janji =
ingkar janji
7.
Gunakan kata atau ungkapan sederhana dan biasa didengar masyarakat
luas
Misalnya: Percepatan… bukan
akselerasi
8. Hindari penggunaan kata-kata asing
Jika istilah asing yang bersifat
teknis terpaksa digunakan, istilah tersebut
harus dijelaskan artinya.
9. Penggunaan kata “diberitakan” atau
“dilaporkan”
Jika berita diperoleh dari sumber lain spt kantor berita, suratkabar
atau
radio maka sebaiknya menggunakan
kata “diberitakan” atau
“dilaporkan” dan pada kalimat selanjutnya disebutkan sumbernya.
10. Gunakan kata-kata atau ungkapan kongkret.
•
Kata atau ungkapan kongkret akan memberikan kesan lebih
kuat, obyektif dan terukur.
•
Sedangkan kata-kata atau ungkapan abstrak bersifat
subyektif karena menggunakan kata-kata sifat atau keterangan.
11.
Jangan terlalu banyak menuliskan angka-angka
Jika harus menuliskan banyak angka, maka
sebaiknya ditulis dalam
grafis.
Penulisan Angka
•
0
– 11 ditulis dengan huruf
•
12
– 999 ditulis dengan angka
•
Di atas 999 ditulis dengan gabungan antara angka dan
huruf
Contoh:
500.750 ditulis 500 ribu 750
498.270 ditulis sekitar 500 ribu,
kira-kira 500 ribu atau hampir 500 ribu
Lead (Andrew Boyd)
-
The
first sentence or paragraph of the story (news item) and also the most
important.
-
Its
function: 1. state the most significant
point
2. grab
attention
3. whet the appetite
4. signpost the
way into the rest of the story
Intro
(Lead) Menurut Morrisan, M.A.
•
Intro merupakan rangkuman dari seluruh unsur
terpenting dari suatu berita dengan latar belakang dan konteks yang diperlukan.
Intro sebisa mungkin harus mengandung hampir seluruh unsur terpenting
suatu berita, yang mencakup 5W (what, where, when, why dan who). Tubuh
berita berfungsi untuk menguraikan unsur how yang belum dijelaskan dalam
Intro.
-
Setidaknya terdiri dari
minimal tiga kalimat pendek atau maksimal lima kalimat pendek.
-
Jumlah kata dalam lead sebaiknya berkisar antara 20
sampai 30 kata.
-
Bagian terpenting dari sebuah
Intro adalah kalimat pertama (top line = baris teratas). Baris pertama
menyuguhkan informasi terbaru dari sebuah berita.
Tipe-tipe Intro ditinjau dari teknik penulisannya
- Hard intro
- Soft intro
- Intro sapaan
- Intro pertanyaan
- Intro payung
- Intro humor
1. Hard Intro :
•
Tipe intro yang langsung menyampaikan informasi
paling penting mengenai suatu kejadian.
•
Intro ini langsung masuk ke inti berita dan
memasukkan sebagian besar informasi yang paling penting.
•
Biasa digunakan utk berita
langsung.
Contoh:
-
LIMA ANGGOTA KELUARGA TEWAS
DIBUNUH DI RUMAHNYA DI RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR PAGI TADI//
-
MULAI BESOK HARGA BAHAN BAKAR
MINYAK NAIK 25 PERSEN// PEMERINTAH MENGUMUMKANNYA HARI INI SEHUBUNGAN DENGAN
TEKANAN I-M-F AGAR SUBSIDI B-B-M DIKURANGI//
2. Soft Intro
•
Bentuk intro yang biasanya digunakan untuk feature.
•
Lead seperti ini tidak
langsung ke inti beritanya tetapi hanya memberikan perspektifnya dengan
menunjukkan dampak dari inti ceritanya.
Contoh:
PEMERIKSAAN DINI MERUPAKAN
KUNCI UTAMA PENCEGAHAN KEMATIAN AKIBAT PENYAKIT KANKER// KARENA ITU/ TEKNIK
BARU UNTUK MENGETAHUI DENGAN CEPAT ADANYA JARINGAN KANKER SANGATLAH PENTING//
3. Intro
sapaan
•
Lead dimana seolah-olah
presenter berbicara langsung kepada pemirsa dengan menyebutkan kata sapaan
“Anda.”
•
Intro ini juga masuk kategori soft intro dan
sering digunakan untuk features.
Contoh:
BELUM KE YOGYAKARTA NAMANYA
JIKA ANDA TIDAK BERKUNJUNG KE MALIOBORO// DI SEPANJANG JALAN MALIOBORO INI ANDA
AKAN MENEMUKAN PARA PENJUAL CENDERA MATA DAN BERBAGAI BARANG LAINNYA YANG
BANYAK DIMINATI WISATAWAN//
4. Intro
Pertanyaan
•
Intro yang berbentuk kalimat tanya.
Misalnya:
Anda ingin tau apa kegiatan para selebritis yang sudah pensiun dari layar kaca?
5. Intro
Payung (Umbrella Intro)
Contoh:
MUSIM KERING YANG PANJANG
TELAH MENIMBULKAN PERSOALAN BESAR DI BEBERAPA DAERAH// DI SUMATERA/ KABUT ASAP
MENGHALANGI PANDANGAN DAN MENGGANGGU KESEHATAN WARGA// DI JAWA/ RIBUAN HEKTAR
SAWAH TERPAKSA PUSO/ SEDANGKAN DI KALIMANTAN/ HUTAN DAN LAHAN TERBAKAR//
6. Intro
Humor dan Kejutan
•
Menggunakan kata-kata humor
atau kata-kata yang mengejutkan untuk berita ringan, lucu dan mengagetkan.
•
Misalnya untuk laporan
mengenai hewan yang lucu, lomba panjat pinang dan kejadian tak terduga.
Tips untuk
menulis Lead
(dari buku Television News by Usman KS)
(dari buku Television News by Usman KS)
- Pikirkan lebih dulu apa yang akan Anda tulis pada Lead. Pahami peristiwanya agar Anda dapat menulis lead yang menarik orang menonton tayangan berita televisi. Berpikir sebelum menulis lead membantu kita mengidentifikasi fakta-fakta penting dan menjaga berita kita terbingkai dengan jelas.
- Tulis lead yang mengandung fakta baru yang menarik bagi pemirsa. Jika pemirsa sudah mengetahui fakta yang disampaikan dalam lead, dia tidak akan melanjutkan menonton berita kita.
- Tulislah lead yang mengandung unsur manusiawi (human interest).
Lead manusiawi adalah lead yang menjadikan manusia
sebagai subyek berita.
Jika
Anda meliput suatu peristiwa, tulislah lead yang mengisahkan dampak
peristiwa itu terhadap manusia.
- Tulislah lead yang tegas, tidak mengambang. Lead yang samar-samar dan tidak
tegas bisa terdengar datar di telinga
pemirsa. Lead datar tentu tidak
menarik,
padahal
fungsi lead adalah menarik perhatian pemirsa.
5. Tulislah
lead yang menggambarkan garis besar berita kita.
Jadi
dalam berita televisi, lead tidak harus memuat semua unsur berita (5W+1H).
Memasukkan
semua unsur membuat lead terlalu detil. Ini bisa
membuat pemirsa
sulit memahami suatu peristiwa, bahkan
bisa membuat pemirsa bingung.
Detil berita bisa ditulis di tubuh berita.
***OOOO***
FORMAT BERITA TELEVISI
Berita di media televisi
dapat disiarkan dalam berbagai format. Untuk menentukan format mana yang akan dipilih, tergantung pada
beberapa faktor.
Faktor-faktor itu antara lain ketersediaan gambar.
Jika gambar yang dimiliki sangat terbatas, reporter sulit menulis
naskah berita yang panjang. Maka berita dibuat dalam format lebih singkat dan
padat, atau dibuat dalam format tanpa gambar sama sekali. Momen terjadinya
peristiwa atau perkembangan peristiwa yang akan diberitakan.
Perkembangan terkini dari suatu peristiwa baru sampai ke producer,
ketika siaran berita sedang berlangsung. Sedangkan perkembangan itu terlalu
penting untuk diabaikan. Jika ditunda terlalu lama, perkembangan terbaru pun
menjadi basi, atau stasiun TV lain (kompetitor) akan menayangkannya terlebih
dahulu.
Format Berita Televisi
(versi
Drs. Arifin S. Harahap, Msi)
- Reader
- Voice Over (VO)
- VO – Grafik
- Sound On Tape (SOT)
- Voice Over – Sound On Tape (VO-SOT)
- Package (PKG)
- Live on Cam
8. Live on Tape (LOT)
9. Live by Phone
10.
Phone Record
11.
Visual News (Note: Usman Ks menggunakan istilah VO tanpa narasi)
Format
Berita Televisi
(versi Morrisan, M.A)
(versi Morrisan, M.A)
•
Reader
(RDR)
•
Voice
Over (VO)
•
Reader
– Sound on Tape (RDR-SOT)
•
Voice
Over – Sound on Tape (VO-SOT)
•
Reader
– Grafis (RDR-Grafis)
•
Paket
(Package/ PKG)
•
Breaking
News
•
Laporan Langsung
•
Laporan Khusus
- Reader
Ini adalah format berita
TV yang paling sederhana, hanya berupa lead in yang dibaca presenter. Berita
ini sama sekali tidak memiliki gambar ataupun grafik. Hal ini dapat terjadi
karena naskah berita dibuat begitu dekat dengan saat deadline, dan tidak sempat
dipadukan dengan gambar.
Bisa juga, karena perkembangan peristiwa baru sampai ke tangan redaksi, ketika siaran berita sedang berlangsung. Maka perkembangan terbaru ini pun disisipkan di tengah program siaran. Beritanya dapat berhubungan atau tidak berhubungan dengan berita yang sedang ditayangkan.
Bisa juga, karena perkembangan peristiwa baru sampai ke tangan redaksi, ketika siaran berita sedang berlangsung. Maka perkembangan terbaru ini pun disisipkan di tengah program siaran. Beritanya dapat berhubungan atau tidak berhubungan dengan berita yang sedang ditayangkan.
•
Seluruh narasinya dibacakan oleh presenter.
•
Format berita ini seolah hanya
terdiri atas lead, tidak ada gambar peristiwa atau wawancara.
•
Istilah lain: “berita copy” dan “in vision only”
(Morrisan, M.A)
•
Reader ditulis dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita penting;
•
Sudah dicek kebenarannya;
•
Gambar belum tersedia
•
Peristiwanya terjadi menjelang atau saat program
berita tengah mengudara;
•
Durasi maksimal 60 detik
•
Laporan dalam format ini dapat
dimulai dengan kalimat:
- “Baru saja kami terima berita (bahwa)……”
- “Kami baru saja menerima laporan
(bahwa)....”
Dan diakhiri dengan kalimat:
“Kami akan menyampaikan perkembangan selanjutnya segera setelah kami menerima
informasi terbaru.”
- Voice Over
Format berita televisi yang
terdiri atas naskah dan gambar, yang seluruh naskahnya (lead dan tubuh
berita) dibaca oleh presenter.
Natsound (natural sound, suara lingkungan) yang terekam dalam
gambar bisa dihilangkan. Tetapi, biasanya natsound tetap dipertahankan, untuk
membangun suasana dari peristiwa yang diberitakan. Sebelum menulis naskah
berita, tentu Reporter harus melihat dulu gambar yang sudah diperoleh, karena
tetap saja narasi yang ditulis harus cocok dengan visual yang ditayangkan.
Istilah lain: out of vision (OOV) atau underlay. (Morrisan, M.A)
Voice Over ditulis dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita;
•
Data yang tersedia terbatas;
•
Gambar yang tersedia datar dan kurang dramatis;
•
Durasi antara 20 – 30 detik
•
VO terkadang diakhiri dengan Tag (on cam
presenter) mengenai perspektif atau latar belakang berita tersebut.
(Morrisan, M.A)
3. VO -
Grafik
•
Format berita TV yang lead dan tubuh
beritanya seluruhnya dibacakan oleh presenter.
•
Saat penyiar membacakan tubuh berita, gambar
pendukungnya hanya berupa grafik dan tulisan.
•
Morrisan, M.A dan Usman Ks sama-sama menggunakan
istilah Reader-Grafis (RDR-GRF)
•
VO-Grafik
ditulis dgn ketentuan
•
Memiliki nilai berita besar;
•
Gambar belum tersedia;
•
Memiliki data yang cukup;
•
Durasi maksimal 60 detik, kecuali
beritanya sangat penting.
Fungsi
Grafis
- Menggantikan gambar yang belum tersedia pada saat berita itu ditayangkan.
- Membantu menjelaskan data-data rumit, seperti jumlah, daftar, pasal undang-undang atau data lokasi.
- Bisa berupa gambar/ peta lokasi peristiwa, daftar nama korban, atau yang berkaitan dengan angka.
Saran ttg
penggunaan Grafik
Jangan memuat terlalu banyak informasi dalam grafik karena waktu tayang
sebuah grafik biasanya cukup singkat.
4. Sound On Tape (SOT)
•
Format berita TV yang hanya berisi lead dan
pernyataan/ pendapat nara sumber.
•
Presenter hanya
membacakan lead-nya, kemudian diikuti dengan pernyataan/ pendapat nara sumber.
•
Usman KS dlm bukunya Television News menyebut format ini
sbg Reader-Sound On Tape.
•
Morrisan, M.A juga menggunakan istilah Reader-
Sound on Tape (RDR-SOT)
Format SOT
ditulis dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita;
•
Pernyataan yang dikemukakan narsum lebih penting
disiarkan daripada ditulis dalam bentuk narasi;
•
Format ini bisa dibuat sebagai
pelengkap berita sebelumnya tetapi bisa juga berdiri sendiri;
•
Durasi maksimal 60 detik,
kecuali pernyataan itu sangat penting.
SOT - Tag
•
Berdasarkan standar internasional, berita yang
berakhir dengan SOT sebaiknya ditutup dengan tag.
•
Tag
adalah tambahan berita yang melengkapi pernyataan atau SOT narsum.
•
Tag dibaca
oleh presenter setelah narsum menyampaikan pernyataannya.
5. Voice Over – Sound on Tape (SOT)
•
VO-SOT adalah format berita TV yang memadukan
antara Voice Over dengan Sound on Tape.
•
Lead dan tubuh
berita dibaca oleh penyiar.
•
Pada akhir berita dimunculkan SOT narsum sebagai
pelengkap berita yg telah dibacakan tadi.
VO-SOT disusun dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita;
•
Gambar yang tersedia kurang menarik dan dramatis;
•
Ada bagian
pernyataan narsum (SOT) yang perlu ditonjolkan untuk melengkapi narasi di akhir
berita;
•
Durasi maks. 60 detik (40 dtk
VO dan 20 dtk SOT).
Saran-saran
Pada saat menulis naskah untuk
VO, jangan mengulangi kata-kata yang sama sebagaimana diucapkan oleh narsum
dalam soundbite-nya.
6. Package (PKG
Package adalah format
berita TV yang hanya lead in-nya yang dibacakan oleh presenter, tetapi isi
berita merupakan paket terpisah, yang ditayangkan begitu presenter selesai
membaca lead in. Paket berita sudah dikemas jadi satu kesatuan yang utuh dan
serasi antara gambar, narasi, soundbite, dan bahkan grafis. Lazimnya tubuh
berita ditutup dengan narasi.
Format ini dipilih jika data yang diperoleh sudah lengkap, juga gambarnya dianggap cukup menarik dan dramatis. Kalau dirasa penting, reporter dapat muncul dalam paket berita tersebut (stand up) pada awal atau akhir berita. Durasi maksimal total sekitar 2 menit 30 detik.
Format ini dipilih jika data yang diperoleh sudah lengkap, juga gambarnya dianggap cukup menarik dan dramatis. Kalau dirasa penting, reporter dapat muncul dalam paket berita tersebut (stand up) pada awal atau akhir berita. Durasi maksimal total sekitar 2 menit 30 detik.
•
Pada bagian tubuh berita
disisipkan SOT narsum dan berita ditutup dengan narasi.
Package disusun dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita;
•
Data yang diperoleh sudah lengkap (termasuk soundbites)
•
Gambar menarik dan dramatis;
•
Jika gambar memiliki atmosphere/ natural sound yang
menarik dan drama
7. Live
on Cam (Laporan Langsung -- versi Morrisan, M.A)
•
Format berita TV yang
pelaporannya langsung dari lapangan atau lokasi peristiwa.
•
Sebelum reporter menyampaikan laporannya, presenter
lebih dulu membacakan lead dan kemudian menghubungi reporter utk menyampaikan
laporannya.
•
Dalam laporan langsung, reporter juga bisa
mewawancarai seorang narsum yang benar-benar mengetahui masalahnya.
Live on Cam dilakukan dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita yang besar atau luar biasa;
•
Peristiwanya masih berlangsung saat program berita
masih “on air”;
•
Jika peristiwanya sudah berlangsung, harus ada ada
bukti-bukti yang patut ditunjukkan kepada pemirsa;
•
Peliputannya terencana;
•
Durasi dpt disesuaikan dgn kebutuhan.
8. Live
on Tape (LOT)
•
Format berita yang menayangkan laporan yang direkam
langsung di lokasi kejadian, namun penyiarannya ditunda (delayed).
LOT dilaksanakan
dgn ketentuan;
•
Memiliki nilai berita kuat;
•
Ingin menunjukkan bhw reporter meliput langsung di
lokasi peristiwa;
•
Tidak mungkin disiarkan secara langsung dengan
berbagai pertimbangan teknis dan biaya sewa satelit;
•
Aktualitas dpt terjaga meski
siarannya tunda;
•
Durasi sesuai kebutuhan, tapi hrs lbh singkat
daripada Live on Cam.
9. Live by
Phone
•
Format berita TV yang
disiarkan secara langsung dari lokasi peristiwa dengan menggunakan telepon ke
studio.
•
Lead dibaca oleh presenter kemudian memanggil reporter
untuk menyampaikan laporannya.
Live by Phone dilakukan dgn ketentuan:
•
Memiliki nilai berita yang harus segera disiarkan;
•
Tidak mungkin siaran langsung dengan pertimbangan
teknis;
•
Gambar belum tersedia atau sudah dikirim melalui
video streaming, Telkom atau Indosat;
•
Wajah reporter dimunculkan
melalui foto agar pemirsa mengetahuinya;
•
Pada saat melaporkan dpt
di-insert grafis karena gambar sesungguhnya belum tersedia;
•
Durasi antara 40 – 60 detik.
10. Phone
Record
•
Format berita TV yang menggunakan rekaman telepon
dengan reporter secara langsung dari lokasi kejadian, tetapi penyiarannya
dilakukan secara tunda.
•
Format ini jarang sekali digunakan; dan hanya
digunakan bila sebelumnya sudah diperkirakan akan ada gangguan teknis pada saat
laporan langsung.
Phone
Record dilaksanakan:
•
jika gambar belum tersedia;
•
Wajah reporter dimunculkan dalam foto agar pemirsa
mengetahuinya;
•
Pada saat laporan, dapat
di-insert grafis untuk menggantikan gambar;
•
Durasi antara 40 – 60 detik.
11. Visual
News
•
Format berita TV yang hanya menyajikan
gambar-gambar menarik dan dramatis.
•
Presenter membacakan lead, kemudian VTR man segera
memutar video gambar yang disiapkan redaksi.
•
Usman KS dlm bukunya Television News menyebut format
ini sebagai “VO-tanpa narasi”.
Visual News dilaksanakan:
•
Gambar menarik, dramatis dan
jika dirangkai dpt bercerita secara kronolgis;
•
Gambar memiliki atmosphere/ natural sound seperti
suara teriakan-teriakan manusia.
•
Durasi bisa mencapai tiga
menit atau sesuai kebutuhan.
12.
Breaking News
-
Berita yang sangat penting dan harus segera
disiarkan, bila memungkinkan bersamaan dengan terjadinya peristiwa tersebut.
-
Merupakan berita yang tidak terjadwal karena bisa
terjadi kapan saja.
-
Durasi mulai dari dua menit
hingga tak terbatas.
***OOOOO***
LATIHAN
Data yg diperoleh:
-
Gempa dan tsunami melanda kawasan Pangandaran, Ciamis,
Jawa Barat
-
Waktu 15.30 WIB
-
Informasi
awal yang diterima menyebutkan 213 orang tewas, puluhan hilang, dan ratusan
luka-luka.
-
Lebih dari seribu bangunan rusak.
-
Kekuatan gempa 7.7 skala Richter
Pertimbangan:
-
Gambar belum diperoleh tetapi karena berita ini
menyangkut nyawa manusia, jadi perlu segera disiarkan.
-
Tidak
ada waktu untuk membuat grafis
-
Dalam kondisi seperti ini, kita susun berita dalam format
Reader (RDR)
- Format: READER
|
VISUAL
|
NARASI
|
|
PRESENTER
|
SETIDAKNYA
50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA
AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/
JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//
GEMPA DAN TSUNAMI
JUGA MERUSAK LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN// PETUGAS SAAT INI TENGAH
MENGEVAKUASI PARA KORBAN// (END)
|
Tetapi jika bagian grafis sudah membuat peta lokasi
berdasarkan informasi awal seperti di atas, berita sebaiknya disusun dalam
format VO-GRAFIS.
2. VO-GRAFIS
|
VISUAL
|
NARASI
|
|
PRESENTER
(ROLL GRAF)
GRAFIS LOKASI GEMPA (PANTAI PANGANDARAN, CIAMIS, DALAM PETA JAWA BARAT)
DILENGKAPI
WAKTU KEJADIAN, JUMLAH KORBAN TEWAS, LUKA MAUPUN HILANG.
|
LEAD IN:
SETIDAKNYA
50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA
AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/
JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//
(ROLL
GRAF)
MENURUT
PETUGAS/ KORBAN TEWAS MAUPUN LUKA ADALAH AKIBAT TERTIMPA BANGUNAN ATAU
TENGGELAM// PETUGAS MENDUGA BANYAK KORBAN HILANG KARENA TERSERET ARUS
GELOMBANG TSUNAMI//
PETUGAS
MASIH TERUS BERUPAYA MENGEVAKUASI PARA
KORBAN TEWAS MAUPUN LUKA-LUKA//
PETUGAS
JUGA BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG HILANG// (END)
|
Kemudian kita mendapat gambar dampak
dari peristiwa tersebut.
-
Ada
gambar korban tewas dan korban luka-luka di rumah sakit.
-
Ada gambar kerusakan bangunan akibat
gempa dan terjangan tsunami.
-
Di
sejumlah bangunan yang runtuh, petugas terlihat mengais reruntuhan untuk
mencari korban.
-
Juru kamera juga tak lupa mengambil gambar suasana di
bibir pantai.
Dengan bekal gambar-gambar seperti itu, kita bisa membuat
berita dalam format Voice Over (VO)
3. Format Voice
Over (VO)
|
VISUAL
|
NARASI
|
|
PRESENTER
(ROLL VO)
GAMBAR
KORBAN TEWAS
GAMBAR
KORBAN LUKA
GAMBAR
BANGUNAN RUNTUH
GAMBAR SUASANA PANTAI
|
LEAD IN:
SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU
ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/
KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//
(ROLL VO)
SEBAGIAN
KORBAN TEWAS DIEVAKUASI KE RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS//
MENURUT
PETUGAS/ KORBAN TEWAS AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN ATAU TENGGELAM//
BANYAK KORBAN LUKA YANG JUGA DIEVAKUASI DAN MENDAPAT PERAWATAN DI R-S-U-D
CIAMIS//
MENURUT
PETUGAS RUMAH SAKIT/ SEBAGIAN BESAR KORBAN MENDERITA PATAH KAKI ATAU TANGAN
AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN//
PETUGAS
MEMPERKIRAKAN/ LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN RUSAK//
PETUGAS
JUGA MASIH TERUS BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG MUNGKIN TERTIMBUN RERUNTUHAN
BANGUNAN//
SELAIN
KORBAN TEWAS DAN LUKA-LUKA/ BANYAK KORBAN YANG HILANG// PETUGAS MENDUGA/
KORBAN HILANG AKIBAT TERSERET GELOMBANG TSUNAMI/// (END)
|
Dalam peristiwa
yang sama, reporter berhasil mewawancarai salah satu korban luka. Dengan bekal
wawancara ini, kita bisa membuat berita dengan format Voice Over – Sound on
Tape (VO-SOT).
4. Format VO-SOT
|
VISUAL
|
NARASI
|
|
PRESENTER
(ROLL VO)
GAMBAR
KORBAN TEWAS
GAMBAR
KORBAN LUKA
GAMBAR
BANGUNAN RUNTUH
GAMBAR SUASANA PANTAI
(ROLL SOT: SODIKIN NURSA/ KORBAN)
PRESENTER
|
LEAD IN:
SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU
ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/
KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//
(ROLL VO)
SEBAGIAN
KORBAN TEWAS DIEVAKUASI KE RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS//
MENURUT
PETUGAS/ KORBAN TEWAS AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN ATAU TENGGELAM//
BANYAK KORBAN LUKA YANG JUGA DIEVAKUASI DAN MENDAPAT PERAWATAN DI R-S-U-D
CIAMIS//
MENURUT
PETUGAS RUMAH SAKIT/ SEBAGIAN BESAR KORBAN MENDERITA PATAH KAKI ATAU TANGAN
AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN//
PETUGAS MEMPERKIRAKAN/
LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN RUSAK//
PETUGAS
JUGA MASIH TERUS BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG MUNGKIN TERTIMBUN RERUNTUHAN
BANGUNAN//
SELAIN
KORBAN TEWAS DAN LUKA-LUKA/ BANYAK KORBAN YANG HILANG// PETUGAS MENDUGA/
KORBAN HILANG AKIBAT TERSERET GELOMBANG TSUNAMI//
(ROLL SOT:
SODIKIN NURSA/ KORBAN)
“Waktu gempa saya sedang di pantai. Tak berapa lama setelah gempa, ada
gelombang besar. Saya berlari dan berlindung dekat sebuah bangunan. Tapi
tiba-tiba ada bagian bangunan yang runtuh menimpa saya.”
--------------------TAG----------------------
PEMERINTAH
DAERAH KABUPATEN CIAMIS MENYATAKAN/ AKAN MEMBEBASKAN BIAYA PERAWATAN PARA KORBAN/// (END
|
Dalam perkembangan selanjutnya, Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono mengeluarkan pernyataan mengenai gempa dan tsunami di Pangandaran. Pernyataan seorang presiden tentang
peristiwa aktual tentu sangat kuat. Kita bisa menuliskan beritanya dalam format
Sound On Tape (SOT)
Note:
Morissan, M.A dan Usman Ks mengunakan istilah Reader-Sound on Tape (RDR-SOT)
5. Format Sound on Tape (SOT)
|
VISUAL
|
NARASI
|
|
PRESENTER
(ROLL SOT: SUSILO BAMBANG YUDHOYONO/ PRESIDEN RI)
PRESENTER
|
LEAD IN:
PRESIDEN
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENYATAKAN/
PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA IKUT BERDUKA ATAS BANYAKNYA KORBAN
YANG TEWAS DALAM BENCANA TERSEBUT//
(ROLL SOT: SUSILO BAMBANG YUDHOYONO/ PRESIDEN RI)
“Saya menyatakan bencana gempa dan tsunami di Pangandaran sebagai bencana
nasional. Sore ini juga saya akan berangkat ke lokasi kejadian. Pemerintah
sudah menganggarkan dana untuk membantu para korban dan memperbaiki
bangunan-bangunan yang rusak.”
----------------------TAG-------------------
PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENAMBAHKAN/ IA TELAH MEMERINTAHKAN
PEMDA SETEMPAT UNTUK MEMPRIORITASKAN PENANGANAN TERHADAP KORBAN-KORBAN
LUKA/// (END)
|
***OOOOO***
Stand Up
Reporter membacakan laporan secara langsung di lapangan dan juru kamera
merekamnya.
Kapan stand
up dilakukan?
•
Stand
up penting dilakukan untuk berita-berita besar dan menarik.
•
Langkah ini dapat mengangkat
kredibilitas seorang reporter maupun stasiun TV-nya.
•
Stand
up juga biasanya dilakukan jika reporter melakukan liputan di luar
negeri.
•
Langkah ini memberikan
kebanggaan bagi reporter maupun stasiun TV tempatnya bekerja.
Berapa kali
stand up?
•
Reporter dapat melakukan stand up di awal
atau akhir berita.
•
Bisa juga dua kali: di awal
dan di akhir berita.
•
Di akhir berita, reporter
menutup berita dengan menyebut namanya, nama juru kamera, stasiun TV-nya dan
nama tempat melaporkan beritanya.
Alasan Stand
Up
•
Memuaskan pemirsa.
•
Memperlihatkan faktualitas.
•
Mengejar aktualitas.
•
Memperlihatkan how to (memperlihatkan cara
kerja atau penjelasan tentang profesi tertentu)
•
Menjadi bukti otentik.
•
Mendekatkan emosi pemirsa.
•
Hasil stand up tidak boleh cacat.
•
Kalau saat merekam stand up ada yang kurang
sempurna, maka harus diulang sampai sempurna.
Tips untuk
melakukan stand up:
•
Sebelum melakukan stand up, reporter
sebaiknya membuat catatan tentang apa yang akan dikemukakan dan berusaha
memahaminya.
•
Saat melakukan stand up jangan terpaku pada
kalimat-kalimat yang telah disusun dalam catatan.
•
Upayakan berimprovisasi agar tidak kelihatan kaku.
•
Jangan mengeluarkan kata-kata makian jika salah
membacakan kalimat atau melafalkan kata.
•
Jangan terlihat tegang, tapi bersikaplah wajar.
•
Reporter harus mampu menguasai perasaan, suara dan
hal psikis lainnya saat dia menyampaikan laporannya.
•
Eye
contact antara reporter dengan pemirsa harus tetap terjaga.
•
Cek peralatan (kamera, mic,
kabel, lampu)
•
Jika tidak memakai baju
seragam, pakaian jangan sampai terlihat norak dan tidak enak dipandang.
To Make News, Solve a Reporter's Six Basic Problems
by
Rusty Cawley
Seperti
halnya setiap orang yang bekerja, setiap wartawan menghadapi tantangan yang
sama setiap harinya. Bagi wartawan, ada enam masalah yang mendasar, yakni:
Tugas reporter adalah mencari berita,
terutama yang tidak ada persaingannya. Sebagian
besar reporter harus memenuhi quota tak tertulis untuk menulis berita dalam
jangka waktu tertentu.
Di stasiun televisi, quotanya mungkin lima berita per minggu, plus satu feature untuk akhir minggu.
Namun hal ini bisa berubah. Tetapi yang pasti setiap reporter harus memenuhi ekspetasi untuk mempertahankan pekerjaannya. Ini termasuk memproduksi sejumlah berita dalam kurun waktu tertentu.
Di stasiun televisi, quotanya mungkin lima berita per minggu, plus satu feature untuk akhir minggu.
Namun hal ini bisa berubah. Tetapi yang pasti setiap reporter harus memenuhi ekspetasi untuk mempertahankan pekerjaannya. Ini termasuk memproduksi sejumlah berita dalam kurun waktu tertentu.
Tidak cukup hanya punya berita. Reporter juga harus punya
fakta-fakta yang mendukung beritanya.
Ini dikenal dengan formula 5W dan 1H: who, what, when, where, why dan how. Tanpa fakta-fakta, tidak mungkin mengabarkan berita.
By nature and by training, reporters are generalists. Few have specialized knowledge, other than how to convert a set of facts into an interesting, intriguing news story.
Baik karena bakat atau berkat latihan, setiap reporter adalah generalis. Hanya sedikit yang memiliki pengetahuan khusus, selain bagaimana mengubah sederetan fakta-fakta itu menjadi berita yang menarik atau bisa menimbulkan keinginan tahuan orang.
Ini dikenal dengan formula 5W dan 1H: who, what, when, where, why dan how. Tanpa fakta-fakta, tidak mungkin mengabarkan berita.
By nature and by training, reporters are generalists. Few have specialized knowledge, other than how to convert a set of facts into an interesting, intriguing news story.
Baik karena bakat atau berkat latihan, setiap reporter adalah generalis. Hanya sedikit yang memiliki pengetahuan khusus, selain bagaimana mengubah sederetan fakta-fakta itu menjadi berita yang menarik atau bisa menimbulkan keinginan tahuan orang.
Begitu reporter punya berita dan fakta-fakta, mereka harus
menentukan angle apa yang mereka pilih untuk menulis beritanya.
Angle yang paling umum adalah angle untuk berita kuat. Sesuatu telah terjadi dan jika reporter sudah mendapatkan fakta-faktanya, susun sesuai dengan urutan kepentingannya. Sebagian besar berita yang akan Anda baca, tonton atau dengar disajikan dengan angle berita kuat.
Berita kuat didasarkan pada asas kesegeraan, harus disiarkan saat ini atau nilainya akan hilang bagi pemirsa.
Angle yang paling umum kedua adalah feature, yang tidak menekankan kesegeraan beritanya. Tapi lebih terfokus pada sejumlah aspek2 menarik lainnya, seperti angle human interest.
Feature tidak didasarkan pada asas kesegeraan. Bisa ditahan beberapa hari atau bahkan minggu tanpa kehilangan dampaknya.
Angle yang paling umum adalah angle untuk berita kuat. Sesuatu telah terjadi dan jika reporter sudah mendapatkan fakta-faktanya, susun sesuai dengan urutan kepentingannya. Sebagian besar berita yang akan Anda baca, tonton atau dengar disajikan dengan angle berita kuat.
Berita kuat didasarkan pada asas kesegeraan, harus disiarkan saat ini atau nilainya akan hilang bagi pemirsa.
Angle yang paling umum kedua adalah feature, yang tidak menekankan kesegeraan beritanya. Tapi lebih terfokus pada sejumlah aspek2 menarik lainnya, seperti angle human interest.
Feature tidak didasarkan pada asas kesegeraan. Bisa ditahan beberapa hari atau bahkan minggu tanpa kehilangan dampaknya.
sebuah berita beda dengan entry dalam encyclopedia. Dua-duanya
berisi fakta-fakta. Tetapi untuk berita
diperlukan alasan agar fakta-fakta itu bisa diberitakan. Alasan itu yang
disebut peg.
Jangan bingung membedakan antara peg dan angle. Angle adalah pendekatan si reporter terhadap berita yang ditulisnya. Peg adalah alasan reporter untuk menuliskan beritanya.
Sebagai contoh, setiap encyclopedia pasti memuat entry tentang tembakau. Tetapi reporter tidak bisa begitu saja mengambil entry ini dan melaporkannya sebagai sebuah berita. Ada memang fakta-faktanya di sana, tetapi bukan peg-nya.
Namun jika pagi ini seorang atlit terkenal mengumumkan bahwa ia terkena kanker karena tembakau, barulah reporter punya peg atau alasan untuk menulis tentang tembakau.
Setiap berita, apa pun angle-nya, harus punya peg. Tanpa peg, tak ada alasan untuk menulis berita.
Jangan bingung membedakan antara peg dan angle. Angle adalah pendekatan si reporter terhadap berita yang ditulisnya. Peg adalah alasan reporter untuk menuliskan beritanya.
Sebagai contoh, setiap encyclopedia pasti memuat entry tentang tembakau. Tetapi reporter tidak bisa begitu saja mengambil entry ini dan melaporkannya sebagai sebuah berita. Ada memang fakta-faktanya di sana, tetapi bukan peg-nya.
Namun jika pagi ini seorang atlit terkenal mengumumkan bahwa ia terkena kanker karena tembakau, barulah reporter punya peg atau alasan untuk menulis tentang tembakau.
Setiap berita, apa pun angle-nya, harus punya peg. Tanpa peg, tak ada alasan untuk menulis berita.
Setiap reporter berlomba
dengan waktu. Reporter TV harus memenuhi tenggat waktu jam 3 sore, yakni tenggat
waktu untuk siaran jam 6 petang. Wartawan majalah, harus memenuhi tenggat waktu
tiga bulan (jika majalahnya triwulanan). Reporter Web menghadapi tenggat waktu
dalam hitungan menit.
Itulah tenggat waktu yakni batas waktu bagi reporter untuk memasukkan berita utk dicetak, diudarakan atau ditayangkan.
Reporter yang sering tidak memenuhi tenggat waktu bisa kehilangan pekerjaannya.
Itulah tenggat waktu yakni batas waktu bagi reporter untuk memasukkan berita utk dicetak, diudarakan atau ditayangkan.
Reporter yang sering tidak memenuhi tenggat waktu bisa kehilangan pekerjaannya.
Setiap berita harus menarik perhatian sedikitnya dua orang
sebelum disiarkan. Kedua orang itu adala reporter dan editornya.
Jika salah seorang menolaknya, maka beritanya tidak bisa tayang.
Sang editor pasti punya sejumlah kriteria bagi sang reporter. Apa saja yang mereka bisa liput, apa saja yang bisa mereka kejar, bagaimana sang reporter menulis beritanya, apa anglenya dan apakah peg-nya bisa diterima dan kapan tenggat waktunya.
Jangan membuat kesalahan atau Anda tidak akan pernah lagi melihat sang Boss. Memang dunia jurnalisme dikuasai oleh editor dan bukan reporternya.
Jika salah seorang menolaknya, maka beritanya tidak bisa tayang.
Sang editor pasti punya sejumlah kriteria bagi sang reporter. Apa saja yang mereka bisa liput, apa saja yang bisa mereka kejar, bagaimana sang reporter menulis beritanya, apa anglenya dan apakah peg-nya bisa diterima dan kapan tenggat waktunya.
Jangan membuat kesalahan atau Anda tidak akan pernah lagi melihat sang Boss. Memang dunia jurnalisme dikuasai oleh editor dan bukan reporternya.
Jangan membuat
pemirsa takut
·
Berita televisi tidak boleh membuat pemirsa
takut, khawatir atau pesimis. Berita yang menakutkan biasanya karena menulisnya
menggunkan kata sifat.
·
Sedapat mungkin hindari penggunaan kata sifat,
tetapi masukan fakta-fakta.
Ex:
KECELAKAAN PESAWAT MERPATI DIKAIMANA/ PAPUA/ MEMBUAT WARGA
KHAWATIR MENGGUNAKAN TRANSPORTASI UDARA//
Sebaiknya:
JUMLAH PENGGUNA TRANSPORTASI UDARA BERKURANG MENYUSUL
TERJADINYA KECELAKAAN PESAWAT MERPATI DI KAIMANA/ PAPUA//
Jangan memberi
perintah
·
Jangan meminta menonton atau “tetap bersama
kami”.
·
Memerintah penonton sering dilakukan presenter
saat membacakan teaser.
·
Teaser harusnnya tidak memerintah pemirsa untuk
tetap menonton berita berikutnya
·
Melalui teaser, presenter semestinya
menyampaikan apa berita terbaik disegmen berikutnya setelah jeda.
Ex:
·
Jangan kemana-mana// setelah jeda berikut/ kami
akan menyamppaikan berita tentang baku tembak antara polisi dengan perampok//
·
Seharusnya:
·
Setelah jeda berikut/ kami akan menympaikan
berita tentang baku tembak antara polisi dengan perampok//
Jangan mengubur
tata kerja kuat dibalik kata benda
·
Kata benda adalah tulang yang memberi tubuh bagi
kalimat. Tetapi kata kerja adalah otot yang menggerakkan kalimat atau memberi
tenaga pada kalimat.
Ex:
·
LEDAKAN BOM TERJADI DIDEPAN KEDUBES AUSTRALIA DI
JAKARTA//
·
Sebaiknya:
·
BOM MELEDAK DIDEPAN KEDUBES AUSTRALIA DI
JAKARTA//
Jangan memulai
berita dengan “sebagaimana diharapkan”
·
Jika berita televisi diawali dengan “sebagaimana
diharapkan,” pertanyaan diharapkan kepada siapa?
Jangan mengawali
berita dengan “perkembangan terbaru dalam kasus”
·
Berita disajikan kepada pemirsa semestinya
merupakan perkembangan terbaru, tanpa harus mengatakannya secara verbal.
Ex:
·
PERKEMBANGAN TERBARU KASUS KORUPSI KOMISI
YUDISAL/ TERSANGAKA IRAWADI YUNUS DILAIRAKAN KE RUMAH SAKIT AKIBAT SERANGAN
JANTUNG//
·
Seharusnya
·
ANGGOTA KOMISI YUDISAL IRAWADI YUNUS YANG
MENJADI TERSANGKA KORUPSI/ DILARIKAN KERUMAH SAKIT AKIBAT SERANGAN JANTUNG//
Jangan mengawali
berita dengan “seseorang atau sesuatu yang menjadi berita”
·
Seseorang atau seuatu yang diberitakan pasti
tengah menjadi berita atau membuat berita, tanpa harus mengatakannya secara
verbal.
Ex:
·
KOMISI YUDISIAL TELAH MENJADI BERITA SETELAH
SEORANG ANGGOTANYA/ IRAWADI YUNUS/ DISANGKA MELAKUKAN KORUPSI//
·
Seharusnya
·
ANGGOTA KOMISI YUDISIAL/ IRAWADI YUNUS /
DISANGKA MELAKUKAN KORUPSI//
Jangan menyebut
berita sebagai berita baik, buruk, menarik, menggembirakan atau mengjutkan
·
Setiap pemirsa pasti mempunyai penilaian sendiri
mengenai berita yang ditayangkan. Berita menarik bagi reporter atau presenter,
belum tentu menarik bagi pemirsa.
Ex;
·
INI BERITA MENGGEMBIRAKAN/ KESEBELASAN BARCELONA
BERHASIL MERAIH PIALA CHAMPIONS EROPA//
·
Seharusnya
·
KESEBELASAN BARCELONA BERHASIL MERAIH PIALA
CHAMPIONS EROPA//
Jangan memulai
berita dengan frasa atau anak kalimat
·
Mulailah berita dengan induk kalimat, jangan
dengan anak kalimat
·
Induk kalimat adalah pokok persoalan sehingga
harus ditempatkan diawal berita.
Ex:
·
KARENA DISANGKA MELAKUKAN KORUPSI DALAM KASUS
PENGADAAN TANAH UNTUK KANTOR KOMISI YUDISIAL/ ANGGOTA KOMISI/ IRAWADI YUNUS/
DITAHAN DIMABES POLRI//
·
Seharusnya
·
ANGGOTA KOMISI YUDISIAL/ IRAWADI YUNUS/ DITAHAN
DIMABES POLRI KARENA DISANGKA MELAKUKAN KORUPSI DALAM KASUS PENGADAAN TANAH
UNTUK KANTOR KOMISI TERSEBUT//
Jangan memulai
berita dengan kutipan atau kalimat langsung
·
Pemirsa tidak bisa melihat tanda kutip dalam
berita televisi
·
Oleh karna itu, jangan menggunakan kalimat
langsung dalam berita televisi.
EX:
“SAYA AKAN MENUNTUT SECARA HUKUM SIAPA SAJA YANG MENUDING
SAYA MENERIMA DANA ASING UNTUK KAMPANYE PRESIDEN,” KATA PRESDEN SBY//
SEHARUSNYA
PRESIDEN SBY MENEGASKAN/ DIA AKAN MENUNTUT SECARA HUKUM
SIAPA SAJA YANG MENUDINGNYA MENERIMA DANA ASING UNTUK KAMPANYE PRESIDEN//
Jangan memulai
dengan pertanyaan
·
Mengapa tidak boleh? Pertanyaan hanya menunda
berita yang akan disampaikan
·
Pemirsa butuh jawaban, bukan pertanyaan.
EX
·
BAGAIMANA WARGA KORBAN LUMPUR LAPINDO MERAYAKAN
LEBARAN? TERNYATA MEREKA MERAYAKAN LEBARAN DENGAN PENUH KEPRIHATINAN//
·
SEHARUSNYA
·
WARGA KORBAN LUMPUR LAPINDO MERAYAKAN LEBARAN
DENGAN PENUH KEPRIHATINAN//
Jangan memulai
berita dengan “terjadi, terdapat, atau ini adalah”
·
Kata “terjadi, terdapat, ini adalah”merupakan
kata2 mati, tidak berguna, mubazir. Kekuatan kalimat ada pada kata kerja.
EX
TERJADI TABRAKAN BERUNTUN YANG MELIBATKAN 5 MOBIL DIJALAN
TOL CIPULARANG/ JAWA BARAT//
SEHARUSNYA
5 MOBIL BERTABRAKAN SECARA BERUNTUN DIJALAN TOL CIPULARANG/
JAWA BARAT//
Jangn menyudahi
berita dengan nama orang yang tidak dikenal
Names make news.
Nama memang membuat berita. Tetapi yang pasti, nama yang menjadi berita adalah
dikenal luas
Ex
ANGGOTA T-N-I NGADIMUN TEWAS DALAM BAKU TEMBAK ANTARA T-N-I
DENGAN PASUKAN ORGANISASI PAPUA MERDEKA ATAU O-P-M//
SEHARUSNYA
SEORANG ANGGOTA T-N-I TEWAS DALAM BAKU TEMBAK ANTARA T-N-I
DENGAN PASUKAN PAPUA MERDEKA ATAU O-P-M
Jangan memulai
berita dengan kata ganti orang ketiga
·
Ini hanya membuat pemirsa bertanya2
·
Dalam berita televisi yng bersifat sekilas,
pemirsa ingin segera tau siapa orang tersebut.
EX
DIA SUDAH PENSIUN SEBAGAI PEMAIN BULU TANGKIS// TAPI DIA
MASIH PEDULI DENGAN PERKEMBAGAN OLAHRAGA BULUTANGKIS DITANAH AIR//
RUDI HARTONO SUDAH PENSIUN SEBAGAI PEMAIN BULU TANGKIS//
TAPI DIA MASIH PEDULI DENGAN PERKEMBAGAN OLAHRAGA BULUTANGKIS DITANAH AIR//
Jangan mengawali
berita dengan “kemarin”
·
Idealnya, berita televisi adalah peristiwa yang
terjadi hari ini dan disiarkan pada hari ini juga.
·
Oleh karna itu jangan gunakan kata “kemarin’
apalagi diawal kalimat
·
Jika suatu peristiwa terjadi kemarin, tetapi
masih dianggap penting, tulislah perkembangan terbarunya.
Jangan menulis berita
dengan kalimat negatif
·
Kalimat positif jauh lebih bertenaga dari pada
kalimat negatif
·
Ex: PRESIDEN SBY MENGABAIKAN TUNTUNTAN
MAHASISWA//
Rebat FBS TERBESAR – Dapatkan pengembalian rebat atau komisi
BalasHapushingga 70% dari setiap transaksi yang anda lakukan baik loss maupun
profit,bergabung sekarang juga dengan kami
trading forex fbsasian.com
-----------------
Kelebihan Broker Forex FBS
1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
2. FBS MEMBERIKAN BONUS 5 USD HADIAH PEMBUKAAN AKUN
3. SPREAD FBS 0 UNTUK AKUN ZERO SPREAD
4. GARANSI KEHILANGAN DANA DEPOSIT HINGGA 100%
5. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANL LOKAL
Indonesia dan banyak lagi yang lainya
Buka akun anda di fbsasian.com
-----------------
Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
Tlp : 085364558922
BBM : fbs2009
Nice share gan
BalasHapusBagus banget
BalasHapus